buttonijo

buttonijo

Production House
We Produce What We Like
0 Followers Follow
Buttonijo films merupakan kolektif produksi dan inisiatif distribusi film-film alternatif, dirintis oleh Amir Pohan dan Myrna Paramita pada 2010. . Selaku kolektif produksi, buttonijo berfokus pada karya sinema sebagai ekspresi artistik dan budaya, baik dalam wujud fiksi, dokumenter, dan di antaranya. Selaku inisiatif distribusi, buttonijo ingin menghadirkan opsi alternatif bagi pembuat film, sehingga tidak harus melulu bergantung pada lembaga bioskop dan festival sebagai kemungkinan distribusi film. Bagi penonton, buttonijo bertujuan membuka akses bagi film-film yang sukar mendapat tempat di tata edar bioskop, juga semakin memberdayakan kegiatan-kegiatan pemutaran film yang kian marak di Indonesia. . Saat ini ada tiga program yang buttonijo sedang giatkan: distribusi online (via streaming), distribusi offline (via USB Sinema), dan film funding (pendanaan film). Siapapun yang ingin mengakses ketiga program ini cukup registrasi menjadi anggota buttonijo. . Distribusi online buttonijo menggunakan sistem streaming. Materi film yang tersedia pada web buttonijo.com dapat diakses oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun melalui perangkat smartphone, tablet, personal computer, hingga laptop. Harga untuk menonton film tersebut secara online dibagikan secara adil dengan pembuat film. Materi film pada web buttonijo.com telah diproses sedemikian rupa sehingga bisa punya resolusi gambar 1080 HD dengan ukuran file yang kecil (sekitar 2 - 4GB untuk film berdurasi 90 menit). Ini memungkinkan waktu buffering yang jauh lebih cepat saat menonton, dan akses yang mudah di seluruh wilayah Indonesia yang koneksi internetnya beragam. Tentunya, sistem distribusi online ini turut dilengkapi dengan fitur keamanan mutakhir. Pembuat film tidak perlu khawatir karyanya dibajak. . Distribusi offline atau USB Sinema memanfaatkan peredaran USB flash drive ke kelompok atau individu yang ingin mengadakan pemutaran film. USB Sinema adalah inisiatif buttonijo untuk bantu memperkuat kegiatan pemutaran independen yang banyak dilakukan komunitas film di Indonesia. Kelompok atau individu bisa membeli USB buttonijo yang sudah terisi film, untuk kemudian dijadikan materi pemutaran di layar-layar alternatif. Film dalam USB tersebut sudah diproses sedemikian rupa oleh buttonijo sehingga punya resolusi gambar high-definition, tidak bisa digandakan, dan hanya bisa diakses sampai batas waktu yang disepakati antara pemutar film dan buttonijo. Lewat batas waktu tertentu, file film secara otomatis tidak lagi bisa ditayangkan. Sampai dengan batas waktu itu juga, pemutar film punya hak untuk memutar film sebanyak yang diinginkan dan menarik tiket sesuai dengan harga yang dianggap layak. Hasil penjualan tiket menjadi milik pembuat film, untuk dijadikan modal berkegiatan lagi setelahnya, sementara pembuat film mendapat uang dari hasil penjualan USB buttonijo. Melalui USB Sinema ini, semua film dalam naungan buttonijo punya kesempatan untuk diputar pada berbagai kesempatan di berbagai wilayah Indonesia dan internasional. . Film funding atau pendanaan film setiap tahunnya akan membuka kesempatan bagi sepuluh proyek film pendek, tiap bulan satu film. Nilai total program ini adalah 100 juta, 10 juta per film. Dalam proses seleksi, buttonijo akan membentuk satu panel khusus berisikan perwakilan dari buttonijo dan pegiat perfilman Indonesia. Program ini buttonijo adakan sebagai respons terhadap kesulitan yang kerap dialami pembuat film alternatif karena tidak punya anggaran khusus untuk produksi. Film-film hasil program ini akan buttonijo bantu distribusikan lewat jaringannya. Beberapa film yang sudah mendapat dukungan pendanaan buttonijo antara lain: Ayam Mati di Lumbung Padi (Darwin Nugraha), Rocket Rain (Anggun Priambodo), Another Trip to the Moon (Ismail Basbeth), Riding the Light (Jeihan Angga), Langit Masih Gemuruh (Jason Iskandar). . Selain film, kami juga telah memproduksi dan mendistribusikan musik lokal seperti Leonardo And His Impeccable Six [The Sun, Mirrors, Built To race], Zeke Khaseli [Salacca Zalacca, Fell In Love With The Wrong Planet] and Zeke And The Popo [Space In The Headlines]. . We Produce what we Love!
PROJECT
  • 22 Menit

    22 Menit

    Movie July 2018
    Contact