Catatan Anak Kreatif: Pilih Uang atau Passion?

Gak seperti anak lainnya di sekolah saya, saya sudah mengetahui jalur hidup yang ingin saya tempuh, yaitu eksis di dunia kreatif. Tapi gak semudah itu, segudang bakat dan passion ternyata gak cukup untuk membawa saya ke puncak karir.

Tidak muluk-muluk atau merasa harus perlu ikut arus kekinian, saya sudah menentukan bahwa saya akan bergelut di industri kreatif sejak belia. Saya merasa punya bakat dan kemauan yang tinggi untuk melakukan banyak hal. Apalagi kemampuan saya didukung dengan pendidikan formal yang saya tempuh untuk tetap berada di industri ini dalam waktu yang sangat lama.

Apalagi saya melihat begitu banyak millennials di sekitar saya ataupun di media sosial yang begitu bebas berekspresi dan seakan gak malu-malu lagi atau berpikir panjang untuk meng-upload karya-karya mereka, dan dalam hitungan hari: they went from zero to hero!

Gak mau kalah, akhirnya saya mulai mencoba satu per satu jalur passion yang saya miliki. Mulai dari bernyanyi dari panggung ke panggung hingga ke platform karaoke yang lagi hits, membuat cover lagu di Youtube, menulis blog, menulis puisi, menjadi voice over dan dubber dalam produksi film dan iklan, menjadi sutradara dan penulis iklan di saat ada kesempatan, menjadi ghost writer untuk penulis kawakan, menjadi graphic designer untuk berbagai material design yang berbeda-beda, bekerja sebagai kru televisi hingga sempat membangun production house kecil-kecilan; intinya saya tidak meninggalkan celah sedikitpun untuk bakat dan passion saya untuk tidak termanfaatkan dengan baik.

The Digital World: It’s a Win or Loss.

Nyatanya dengan sekian banyak karir yang saya coba, saya belum merasakan puncak dunia kreatif dan entertainment. Berbeda dengan yang orang lain lihat dari saya; multi talenta dan unstoppable –saya merasa tidak cukup unggul dibandingkan konten kreator yang punya puluhan ribu subscribers dan jutaan followers. These kids really own the now dengan mudahnya membuat konten yang seakan ‘simpel’ namun nyatanya mampu mencuri perhatian dan menggugah banyak orang.

Berbagai platform media sosial sudah saya coba, namun nyatanya saya seperti ikan kecil yang berusaha sekuat tenaga melawan arus di tengah samudera. Hingga akhirnya saya menemukan HAHO, di saat saya hampir putus asa dan ngerasa ‘meh‘ bergelut di dunia kreatif.


Klise, tapi akhirnya saya merasa diakui.

Gak munafik sih, siapa sih yang gak ingin popularitas, apalagi kalau terjun di dunia kreatif? Di medsos lain, saya tenggelam di antara jutaan akun tanpa dapat menunjukkan kemampuan saya secara maksimal. Ya, saya kepengen dikenal orang dari bakat yang saya punya, bukan dari paras atau kemampuan saya nyinyirin orang (if you know what i mean :p). Dan setelah saya baca-baca, HAHO bisa memperkenalkan diri saya ke dunia secara profesional. So, why not giving it a try?

Akhirnya saya terlihat “profesional”. Gak dikenal sebagai pribadi aja, tapi saya bisa ngenalin diri sesuai kemampuan sama bakat saya. Dan yang bikin seneng sih, gak cuma jadi musisi aja, tapi saya bisa terlihat sebagai writer dan actor (voice over). Good!

Finally, I can label myself accurately!

Inget kan, bejibun jalur karir yang saya sebut di atas? Hihihi…iya banyak banget dan buat orang kayak saya, I always have difficulties to define myself. Untungnya di HAHO saya bisa pilih talent type yang sesuai sama talent yang saya miliki. Gak perlu capek-capek taro penjelasan di description atau biodata, saya bisa langsung melabeli profesi saya dari ratusan pilihan jenis talent yang ada di HAHO. Wow.

Semua orang bisa liat prestasi dan karya saya dengan jelas

Saya bukan tipe orang yang suka menyombongkan diri. Tapi dalam pencarian kerja di dunia kreatif dan entertainment, emang portfolio dan rekam jejak pengalaman penting banget sih supaya calon bos saya nanti bisa melihat karya saya dengan gampang di satu platform.

Di HAHO, yang saya perlu lakukan cuma ikutin form yang sudah tersedia, isi dengan lengkap (walau di beberapa isian form saya masih bingung apa gunanya isian tersebut —but i’m pretty sure it’s gonna be useful somehow), dan lengkapi semua experience dan project yang saya punya supaya kelihatan JELAS kemampuan yang saya punya. Dan fitur yang paling saya sukaaa banget di aplikasi ini adalah Showcase Gallery, di mana saya bisa mengunggah karya-karya saya dalam bentu video, photo dan AUDIO! (Ini berguna banget sih buat yang bergerak sebagai voice over atau dubber kayak saya)

See? Ini yang saya bilang tadi. Selain bisa isi Showcase gallery sama karya nyata saya, di HAHO experience saya juga bisa terlihat jelas pernah kerja di mana aja dan sama siapa aja untuk project apa aja. Ini fitur yang cukup keren, sih #imho.

Dapet job kapan aja di mana aja

Yes, another thing I like about this application: dapet job, men! Enaknya saya ga perlu ribet cari job korporasi (yang saya hindari secara anak kreatif), karena pilihan job yang ada di HAHO adalah semua kerjaan yang berkisar di dunia kreatif dan entertainment. Maksud saya, ini memudahkan banget sih dari sisi pencari kerja dan pemburu karir kayak saya.

 

Gampangnya di HAHO, saya bisa klik job listing yang sesuai dengan profesi saya dan langsung apply dari dalam aplikasi. Gak perlu kirim email lagi via CV, fyuh!

After a while…

So, kenapa saya nulis ini, karena akhirnya saya dapet job pertama saya lewat HAHO. Woohoo! Gak pake proses interview lama-lama, karena recruiter-nya udah liat video portofolio yang ada di profil saya. Hingga akhirnya tiga hari yang lalu saya dapet pesan notifikasi di dalam aplikasi HAHO untuk join di perusahaan live streaming app-nya sebagai content creator dan influencer (wah, nambah jalur karir baru nih, LMAO). Karena perusahaan ini ada di Malaysia, jadi semua transaksi dilakukan secara digital. Wah, thank you HAHO! Dan satu lagi, jangan lupa kunjungi dan follow profil saya di HAHO yaa…hehehe.

Hello new job offer!

***

Kembali ke judul atas, sebagai anak kreatif kita selalu dikelilingi dengan dilema. Punya banyak bakat tapi susah eksis, sehingga seringnya kita menggadaikan passion kita demi segenggam emas. Saya sih gak mau, selama masih ada jalan dan kemauan, saya masih tetap teguh berjibaku dalam industri yang ganas namun menyenangkan ini. Because in the end, i can still have both :)) Gimana dengan kamu?

 


Baca juga:

Cari kerja di dunia creativetainment sekarang ada celahnya. Nomor 4 pasti kamu juaranya!

Findie K.: