Influencer Life: Antara Beauty Standard dan Hate Comments

Jakarta – HAHO Media. Kehidupan seorang influencer sudah pasti menjadi perhatian netizen. Terlebih penampilan mereka akan selalu menjadi bahan kritik dari netizen serta berpotensi memunculkan hate speech atau hate comments yang dapat berdampak buruk bagi psikis mereka. Komentar-komentar terkait fisik, biasanya, yang tak jarang dilontarkan untuk para influencer hanya karena tidak sesuai dengan standar yang ada dan dipercaya oleh masyarakat.

Andy Yanata, seorang fashion influencer, juga berpikir kalau hate comments itu tidak bertanggungjawab. “Biasanya mereka bikin akun palsu dan berpikir kalau komen mereka tidak akan berpengaruh. Kalau benci sih, oke, tapi kan bisa untuk bikin komen yang baik.” jelas Andy.

 

Beauty Influencer
Andy Yanata saat diwawancarai kontributor HAHO dalam event BeautyFest Asia 2018, Jakarta, Maret 2018.

 

Senada dengan Andy, beauty youtuber Nadya Aqila dan Puteri Modiyanti juga memiliki cara untuk menghadapi hate comments mengenai dirinya.
“Aku sih ga terlalu mempedulikan, karena banyak temen-temen yang menutupi hate comments tersebut dengan support dan ngasih positive message agar kita lebih percaya diri.” jelasnya.

 

Beauty Influencer
Puteri Modiyanti dan Nadya Aqila bicara soal hate comments – HAHO Media

 

Nadya menambahkan, agar setiap orang lebih berhati-hati dalam bermedia sosial, agar tidak menyakiti perasaan orang tersebut. “ Nggak semua orang bisa menghadapi hate comments. Makanya sebelum nulis sesuatu, diinget-inget lagi, ada orang lain loh di baliknya.” lengkap Nadya.

 

Sementara menurut Puteri, ia memiliki mood tersendiri ketika menghadapi hate comments. “Kadang aku diemin aja, tapi kadang aku jawab dengan cara yang enak didengar atau dibaca. Kalau komentarnya bersifat kritik yang membangun, aku akan simpan untuk introspeksi aku.” jelas youtuber yang juga kerap mengunggah video tutorial makeup karakter di akunnya.

 

Beauty Influencer
Michelle Hendra mengajak semua orang untuk menjadi diri sendiri dan terutama mencintai dirinya sendiri.

 

Bisa dibilang, hate comment itu datang karena standar kecantikan yang dipercaya oleh masyarakat. Seperti tubuh yang langsing, kulit putih, dan rambut panjang dan sebagainya. Di saat seorang influencer sebagai panutan tidak memenuhi standar yang ada, muncullah komentar-komentar yang mengritiknya. Meski begitu, menurut fashion blogger dan youtuber Michelle Hendra, beauty standard itu hanya membuat seseorang tidak puas.
“Orang akan selalu merasa kurang, ketika dia sudah mencapai suatu standar, dia pasti selalu merasa ada aja yang kurang dalam dirinya. Lebih baik just be yourself and love yourself.” ungkap cewek yang akrab disapa Michi ini.

 

Beauty Influencer
Ini Vindy: Kepercayaan diri adalah kunci utama menangkal Hate Comment

 

Sementara menurut youtuber dan makeup artist Ini Vindy, cantik baginya harus disertai dengan percaya diri. “Kalau kita pede, kita tuh udah cantik. Dulu aku juga merasa gak cantik, aku kan gak kurus, gak putih. Tapi aku pede aja.” cerita youtuber asal Malang yang juga khas akan logat Malangnya ini. “Jangan lupa senyum, kecantikan itu muncul ketika kita udah senyum.” Vindy mengakhiri.

Well, kecantikan itu tidak datang dari suatu standar, namun datang dari semua bentuk yang beragam. Lebih penting lagi, cantik itu bersumber dari diri kita sendiri, mencintai apa yang kita miliki.

So, #DoGeneration, apa kalian sudah merasa cantik?

 

KontributorSetianita Dyah Tsamara

You might also like