Nostalgia Futuristik ala Genre Synthwave

Lampu neon, mobil sport, digabungkan dengan irama lagu electronic dance adalah hal-hal yang ngingetin kamu akan era ’80an. Ajaibnya, semua hal itu muncul kembali ke permukaan media berkat genre Synthwave.

Kini mulai terlahir seni grafis, musik, dan film modern yang terinspirasi oleh gaya yang satu ini. Uniknya, genre Synthwave merupakan gabungan antara masa lalu dan masa depan, sehingga suatu karya bisa terlihat retro dan futuristik dalam waktu bersamaan.

Pengen tau serba-serbi tentang genre Synthwave dan kenapa gaya ini punya nilai tersendiri buat para seniman di penjuru dunia? Yuk baca artikelnya dari HAHO!

Kombinasi Nostalgia dan Masa Depan

Dunia entertainment barat di tahun ’80an nggak jarang mengangkat tema fiksi ilmiah dan musik elektronik. Di pertengahan tahun 2000, para antusias video games dan film mulai mendapat asupan baru berupa musik genre Synthwave yang disuguhkan musisi elektronik seperti Justice, Kavinsky, dan College, yang terinspirasi oleh scoring film-film di tahun ’80an.

Kavinsky, salah satu musisi pelopor kembalinya estetika ’80an di era modern. Sumber: Retro Synthwave.

Synthwave kini nggak cuma sebatas genre musik. Gaya ini meluas ke dunia film dan seni rupa setelah munculnya film Drive di tahun 2011 dan merembet ke video games, terlihat dari munculnya game berjudul Hotline Miami yang juga terinspirasi dari film garapan Nicolas Winding Refn itu.

Karya seni digital yang terinspirasi oleh Synthwave. Sumber: The Unfinished

Semakin sering muncul di berbagai media, gaya ini semakin berkembang dan diminati oleh para pekerja kreatif di seluruh dunia. Mulai dari musisi bertema horor ’80an seperti Perturbator dan Dance with the Dead, hingga film-film yang terinpirasi oleh era ’80an seperti It Follows (2014), Turbo Kid (2015), dan Kung Fury (2015).

 


Baca Juga: Tips Manipulasi Foto dengan Adobe Photoshop!


Sensasi Musik Synthwave

Musisi Synthwave nggak malu buat mengadaptasi aliran electropop dan soundtrack film-film populer di tahun ’80an, menjadikan mereka sebagai komunitas baru dan berbeda dalam musik elektronik.

Jagoan dalam film action, penuh neon warna cerah, mendebarkan, hingga bikin rileks; kultur era ’80an memiliki karakter yang nggak dimiliki oleh era lainnya. Nggak heran kalau beberapa keunikan di era tersebut menjadi acuan utama para musisi synthwave, mulai dari yang terinspirasi film sci-fi, horor, sampai action.

James Kent alias Perturbator. Sumber: Last.fm

Perturbator adalah musisi Synthwave yang nggak asing lagi di telinga peminatnya. Musisi asal Perancis ini memasukkan unsur tema futuristik hampir dalam setiap aransemennya. Salah satu hit-nya yang paling ngetop adalah “Sentient.”

Kalau kamu lebih suka yang bisa nemenin nyetir keliling kota di malam hari, Timecop1983 pasti cocok buat kamu.

Film Modern dengan Nuansa ’80an

Genre Synthwave udah banyak menginsipirasi banyak pembuat film. Salah satunya adalah Drive (2011) garapan Nicolas Winding Refn yang naik daun karena estetika ’80an di dalamnya, mulai dari warna, setting, hingga soundtrack. Penasaran kaya apa filmnya? Tonton trailer-nya di sini.

Selain Drive, Turbo Kid juga film action yang nggak bisa dilepasin dari tema dan soundtrack berbau ’80an.

Synthwave dan Seni Rupa

Melihat kombinasi warna-warna yang cerah di dalamnya, nggak heran kalau Synthwave menjadi influence bagi banyak seniman grafis dan video digital di segala kalangan. Nah, sekarang HAHO bakal bahas tiga seniman digital yang paling menggambarkan synthwave dalam karya-karyanya.

 

Signalnoise

James White, salah satu seniman digital yang akrab dengan Synthwave. Sumber: Design Web Identity.

Memiliki nama asli James White, Signalnoise adalah seorang digital artist yang jarang lepas dari efek neon dalam karya seni digitalnya.

Karya James White punya nilai tersendiri bagi pecinta kultur ’80an. Sumber: Pinterest.

Hingga kini, Signalnoise fokus pada desain grafis komersil dan hadir dalam berbagai seminar desain di seluruh dunia.

 

Seth Ickerman Studio

Savitry Joly-Gonfard dan Raphaël Hernandez, pendiri Seth Ickerman Studio. Sumber New Retro Wave.

Seth Ickerman Studio adalah sebuah rumah produksi video asal Perancis, hasil pemikiran kreatif Raphaël Hernandez dan Savitri Joly-Gonfard. Mereka berdua selalu membuat video dengan visual impresif bernuansa ’80s dan fiksi ilmiah, menjadikannya karya mereka cukup populer bagi pecinta genre Synthwave.

Nama studio ini melesat naik setelah video klip Carpenter Brut berjudul “Turbo Killer” rilis di dunia maya.

 

Lahir dari Inspirasi dan Kreasi

Nah, #DoGeneration, kemunculan aliran ini didorong oleh orang-orang inspiratif, kreatif, dan nggak pernah berhenti berkarya seperti kalian. Gimana? Udah ngerasa ketantang buat bikin sesuatu yang baru buat pekerja kreatif di Indonesia? Join HAHO.CO.ID dan tunjukin kreativitasmu!

 


Baca Juga: 5 Hal Tentang Synthesizer yang Harus Kamu Tahu!


 

Haris Sulaiman: