Seluk-Beluk Seni Aliran Pop Art yang Nggak Pernah Mati

Aliran Pop Art adalah gerakan dalam dunia seni yang selalu heboh dari awal kemunculannya hingga detik ini. Kaya apa gambaran sejarahnya? Dan apa sih yang bikin Pop Art bisa bertahan?

Mulai dari tema yang diangkat sampai gaya grafis yang terlihat lain dari yang lain, ternyata banyak fakta unik yang bikin aliran Pop Art nggak pernah lepas dari bahan omongan dan pikiran hampir tiap pekerja seni.

Pengen tau siapa yang pencetus aliran Pop Art dan kenapa seni rupa penuh warna cerah yang satu ini nggak pernah mati? Yuk lihat bahasannya dari HAHO!

Nggak cuma seni rupa, Pop Art juga seni komersil. Sumber: The Art Story.

Apa sih Pop Art Itu?

Istilah aliran Pop Art berasal dari kepala seorang kurator Inggris, Lawrence Alloway, di tahun 1955. “Pop” sendiri adalah kependekan dari “popular,” jadi nggak heran kenapa subjek utama yang jadi tema aliran ini adalah objek sehari-hari atau personalia yang sering kita lihat di berbagai media.

Lawrence Alloway, pencetus istilah “Pop Art.” Sumber: The Nation.

Karena kedekatannya dengan keseharian masyarakat dan gaya yang modern pada awal kemunculannya, Pop Art adalah aliran seni pertama yang mendapat label postmodernist, di mana medium karya seni punya nilai yang sama dengan pesan di dalamnya. Artinya, Pop Art nggak cuma sekedar seni rupa, tapi juga punya fungsi komersil.

Lahirnya Pop Art

Aliran seni ini pertama kali muncul di Inggris Raya pada pertengahan tahun 1950-an, sebagai hasil dari pemikiran kumpulan seniman modern yang menamakan dirinya Independent Group (IG) yang mana adalah bagian dari Institut Seni Kontemporer London.

Kala itu, kehidupan masyarakat nggak pernah lepas dari media massa seperti film, televisi, koran dan majalah. Dengan tema utama pop art yang sangat terpengaruh apa yang muncul di media itu, masyarakat merasakan hal yang baru, tapi familiar. Ini dia yang yang bikin Pop art jadi aliran seni yang selalu disebut modern dan bisa keep up dengan perkembangan jaman.

Karakteristik Pop Art

Variasi logo superhero dengan gaya Pop Art. Sumber: Damon Wright.

Selain familiar dengan hal-hal berbau entertainment dan kehidupan sehari-hari, Pop Art punya banyak keunikan lain yang bikin beda dari aliran seni lainnya.

  • Warna-warna yang cerah dan mencolok.
  • Gambar yang flat dan simpel layaknya komik dan foto dalam surat kabar.
  • Gambar selebriti populer, karakter fiksi dalam komik, iklan, dan juga majalah yang dikemas sedemikian rupa.
  • Nggak cuma terbatas di seni grafis, pop art juga bisa diaplikasikan ke seni pahat.

 


Baca Juga: Bikin Pameran Seni yang Hits dengan 5 Tips!


3 Seniman Pop Art yang Paling Berpengaruh

Dari banyak seniman yang punya peran besar di dunia seni komersil, HAHO memilih tiga seniman Pop Art yang paling ngetop dari segi profil dan karyanya. Penasaran siapa aja? Ini dia nih!

1. Roy Lichtenstein

Roy Lichtenstein, seniman Pop Art bergaya komikal. Sumber: Biography.

Setelah Perang Dunia II, Roy Lichtenstein kembali ke Ohio di tahun 1946 untuk menyelesaikan kuliah jurusan Fine Arts. Di akhir 1940-an, Lichtenstein membuka galerinya dalam skala nasional di Amerika Serikat. Ia hampir selalu menggunakan gaya panel komik vintage pada karya seninya.

Kesan komik vintage pada karya Roy Lichtenstein. Sumber: Daily Mail.

2. Andy Warhol

Andy Warhol, seniman Pop Art yang dekat dengan selebriti. Sumber: Architectural Digest.

Setelah lulus kuliah jurusan Fine Arts di tahun 1949, Andy Warhol tinggal di New York untuk mengejar karir menjadi seniman komersil. Akhir 1950-an, ia mulai fokus pada seni lukis hingga 1961 di mana ia memulai debutnya sebagai seniman pop art.

Salah satu karyanya yang paling mendunia adalah kaleng sup Campbell’s, yang mana membawanya naik daun di Amerika Serikat.

Campbell’s Soup Can, satu dari banyak karya Andy Warhol yang mendunia. Sumber: The Broad.

3. Robert Indiana

Robert Indiana, maestro Pop Art di bidang seni pahat. Sumber: NPR.

Selain seorang pelukis, Robert Indiana adalah seorang pematung pop art modern. Indiana tinggal di New York sejak tahun 1956, dan langsung melambungkan namanya di dunia seni dengan lukisan dan patungnya, menjadikan dirinya sebagai salah satu pionir gerakan Pop Art.

Karyanya yang paling terkenal adalah pahatan “LOVE” yang tersebar di berbagai kota di Amerika Serikat.

Karya Robert Indiana di kota New York. Sumber: Flickr.

Kamu Juga Bisa Jadi Seniman Pop Art Ternama!

Ngeliat perkembangan media dan ribuan subjek di dalamnya yang terus nambah, kamu jadi punya banyak pilihan buat dijadiin bahan Pop Art. Tenang aja, karena ada video tutorial bikin Pop Art digital di sini!

Sebagai #DoGeneration, kamu harus terus eksperimen dan kembangin skill kamu sebagai seniman Pop Art!

***

Buat kamu yang pede untuk jadi seniman Pop Art ternama, kamu bisa sign up di HAHO.CO.ID, lengkapi profile kamu, dan tunggu namamu dielu-elukan para pecinta seni di segala tempat!

 


Baca Juga:

4 Tips Membuat Collage Art yang Unik!


 

Haris Sulaiman: