Anak Muda Berani Bikin Startup? Why Not!

Power up your idea, your startup, yourself“, adalah jargon dan sentilan yang menjadi topik seminar Founder & CEO HAHO, Andy Permana buat anak muda yang pengen bikin startup.

“Kok ‘sentilan’ sih?” Sebenarnya ini adalah bentuk dukungan dan motivasi bagi #DOgeneration penggiat startup saat ini. Banyak anak muda di luar sana dengan idealisme sekuat cakar garuda dan kegigihan sebesar Ade Rai untuk membuat ide mereka untuk bikin startup jadi kenyataan.

“Seharusnya dan sebenarnya ide bikin startup gue tercetus dari sebuah problem. Gue harus cari masalah terus sampai sekarang karena memotivasi gue untuk terus mencari solusinya”, ucap Andy Permana saat membuka segmen pertama seminarnya di acara Dies Natalis 2017 President University.

“Startup bertujuan untuk memberikan solusi, meringankan atau membuat praktis suatu proses kegiatan. Contoh sederhananya, kita nggak punya waktu untuk pergi belanja ke mall. Sekarang kamu bisa belanja di BukaLapak atau Tokopedia (e-commerce atau marketplace). Pilih barang dengan klik, transfer via aplikasi, dan barang kamu sampai dalam hitungan jam atau hari.”

Begitu pun dengan HAHODari 10 tahun pengalamannya di dunia entertainment, Andy Permana sharing bagaimana HAHO memberikan solusi, meringankan dan memudahkan dalam merekrut talent-crew, mencari casting job dan mempromosikan film atau event dalam satu aplikasi.

Andy Permana Founder HAHO
Founder HAHO saat mengisi seminar Dies Natalis 2017 di President University

Power Up Your Idea

Ide muncul dari suatu problem yang ingin kita pecahkan. Problem ini gak harus datang dari pengalaman kamu pribadi, karena bisa jadi datang dari research yang kamu lakukan dari pengalaman orang lain. Fase ini disebut sebagai fase Ideation.

Nah, dengan adanya ide tersebut, selanjutnya kamu harus tahu target audiencemarket analysis, dan business model startup kamu. Apa gunanya? Selain untuk mengarahkan kamu agar tepat sasaran antara konsumen dengan produk, penggunaan data juga sangat diperlukan sebagai validitas startup kamu. Fase ini disebut dengan fase Concepting.

Power Up Your Startup

Kalo misalnya gue mau bikin startup tapi nggak jago IT, gimana?”. Inilah kesalahpahaman dan keraguan beberapa anak muda yang menganggap bahwa seorang Founder atau CEO haruslah jago IT, padahal gak juga loh.

 


Baca juga : Branding: Hidupnya Startup Berawal Di Sini


 

Kuncinya berikutnya ada di fase Commitmentadalah gimana kamu mencari partner yang bisa saling melengkapi. Kalau kamu adalah anak jurusan akuntansi yang punya ide untuk membangun startup aplikasi akunting, maka carilah teman untuk partner dari jurusan IT dan jurusan Design yang bisa kamu rekrut sebagai team. Ada tiga istilah dalam startup untuk peran ini, yakni Hustler, Hacker dan Hipster.

Power Up Yourself

Fase-fase awal ideation, concepting dan commitment tersebut bisa terpenuhi kalau kamu juga terus membangun pribadi untuk menjadi leader sebaik mungkin. Menjadi seorang founder bukan berarti kamu minta dikenal oleh banyak orang. Justru sebaliknya, kamu harus berani mempromosikan diri kamu (personal branding).

Contohnya adalah dengan mengikuti banyak pertemuan atau sesi sharing dengan para penggiat startup. Selain networking, hal ini berguna agar kamu tetap terbuka terhadap dunia luar. Siapa tahu ketika kamu memiliki relasi yang banyak, kamu bisa punya kenalan dengan investor.

Jadi, kalau kamu ingin membangun startup jangan pernah nyerah deh! Kuncinya itu mau belajar terus, karena dunia digital serta teknologi yang dinamis membuat kamu harus tahu hal-hal terbaru.

Semangat ya millennials!

 

You might also like