Prediksi YouTuber Indonesia di Tahun 2017

YouTuber Indonesia akan semakin melonjak di tahun 2017.

YouTube bisa dibilang mencapai masa kejayaannya pada tahun 2016 ini. Tidak berhenti sampai di 2016, tahun 2017 kepopuleran YouTube akan semakin terus menanjak. Penonton televisi yang perlahan sudah berpindah akan terus berbondong-bondong bermigrasi ke YouTube, terutama kalangan remaja.

Banyak pilihan tema dan mudah diakses dari mana saja jadi salah satu alasan anak muda lebih senang mengakses YouTube ketimbang nongkrong di depan televisi. Berdasarkan hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2016, yang dilansir Sindonews, pengguna internet di Indonesia didominasi oleh anak-anak kisaran umur 10-14 tahun dengan penetrasi 100%, kemudian disusul dengan pengguna usia 20-24 tahun degan penetrasi sebesar 82% dan kisaran usia di atas 50 tahun paling rendah dengan penetrasi hanya 3%.

Tidak hanya penonton, para kreator dan selebriti juga mulai membuka “lahan” eksis di YouTube. YouTuber Indonesia yang tersohor beberapa diantaranya adalah Chandra Liow, Edho Zell, Bena Kribo, Arief Muhammad, Agung Hapsah, Devina Aureel, Fathia Izzati alias Kittendust, dan Ria SW yang terkenal lewat Ria Vlog.

Raditya Dika mulai eksis di ranah YouTube sejak 2012

Sementara di kalangan selebriti, salah satu contohnya adalah Raditya Dika yang sudah mulai eksis di YouTube lewat serial Malam Minggu Miko sejak tahun 2012 jauh sebelum ngevlog jadi hal lumrah di jagat YouTube. Baru setahun belakangan ini, Dika mulai rajin membuat RVlog (Raditya Video Log). Sampai sekarang Dika sudah berhasil menggaet 2.118.872 subscriber. Di tahun 2016 ini selebriti seperti Joshua Suherman, Putri Titian, Acha Septriasa, Jessica Iskandar, Ayudia Bing Slamet, Prilly Latuconsina dan Ernest Prakasa juga ikut eksis di YouTube . Dan diprediksi pada 2017 mendatang akan semakin banyak selebriti Indonesia yang juga

Saingan vs Tantangan

Dengan semakin banyak YouTuber Indonesia yang bermunculan,  kalian yang sudah kadung eksis punya saingan dari para pendatang baru yang punya beragam ide yang nggak kalah seru. Tapi jika mau diambil postifnya, hal ini juga jadi tantangan buat kita untuk lebih kreatif lagi mengolah materi dan juga menangkap gambar yang bagus untuk disajikan kedalam video kita.

Video curhatan mungkin bisa mendongkrak popularitas dengan cepat tapi ingat sesuatu yang instan juga bakal cepat pudar. Ditambah apa yang ada di online, akan terus berjejak sekalipun kita sudah hapus. Jadi pintar-pintarlah untuk eksis di dunia maya terutama YouTube karena kita tidak akan pernah tahu di masa mendatang kita akan bekerja sama dengan siapa. Karena YouTube sendiri sekarang juga memiliki fungsi sebagai portofolio kita.

Misalnya kita ingin melengkapi data di Linkedin atau HAHO, kita tinggal menautkan link YouTube untuk orang bisa mengenal lebih jauh tentang keahlian yang kita punya. Video kadang lebih bercerita banyak ketimbang tulisan yang dibatasi dengan jumlah karakter kata di media sosial.

Tahun 2017 adalah era terbaik untuk berkarya, era terbaik bagi para konten video kreator, dan era terbaik untuk siapapun unjuk kemampuan. Alokasikan semua energi narsismu jadi lebih bermanfaat dengan membuat tontonan yang menarik bagi warga internet. Mau jadi YouTuber Indonesia yang update kehidupan sehari-hari atau ingin menciptakan genre baru? You choose!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

You might also like