5 Mitos Model Profesional yang Bikin Blunder

Banyak sekali mitos seputar dunia modeling yang membuat model baru keburu jiper ingin menjadi model profesional.

Gimana nggak, melihat model profesional mejeng di sampul majalah atau berlenggak-lenggok di runway bertaraf internasional dengan wajah menawan dan postur tubuh hampir sempurna, pasti banyak orang langsung menyamaratakan standar profesional menjadi model.

Harus cantik, harus tinggi, harus kurus dan harus muda, adalah beberapa kriteria menjadi model profesional yang selama ini diyakini beberapa orang.

Berikut 5 mitos seputar model profesional yang harus kamu tahu!

1. Kamu harus punya postur tubuh tinggi jika ingin menjadi model profesional

Seorang model harus memiliki postur tubuh tinggi adalah mitos! Karena bahkan di New York, Paris, dan pusat mode Milan banyak agensi yang mencari model dengan tinggi badan di bawah 170 cm.

Ayu Gani, model profesional asal Indonesia.

Ayu Gani, pemenang Asia’s Next Top Model (AsNTM) Musim 3 asal Indonesia berhasil membuktikan bahwa tinggi badan bukan kendala baginya untuk terus meroket ke kancah model internasional. Dengan postur tinggi 173 cm, Gani sering dikomentari tentang masalah tinggi badan yang terbilang pendek untuk standar internasional. Apalagi Gani juga memiliki kaki yang pendek. Tapi ia berhasil memanfaatkan kelebihannya yaitu karakter wajahnya yang unik sehingga menjadi langganan untuk dapat job foto dari kelebihannya itu. Sekarang ini Gani malah sedang meniti karirnya sebagai model profesional di London.

Kalau kalian belum mendapatkan pekerjaan impian dari agensi tertentu, tenang! Pantau terus info lowongan pekerjaan dunia modeling di HAHO karena banyak sekali iklan komersil yang membutuhkan model yang tidak memprioritaskan model dengan tinggi badan menjulang.

2. Kamu harus punya badan yang kurus jika ingin menjadi model profesional

Dengan banyaknya permintaan dari wanita di seluruh dunia yang ingin melihat model bisa mewakili wanita dengan sebenar-benarnya termasuk dari ukuran berat badan, industri fashion pun mulai cepat tanggap dengan isu tersebut. Sudah sekitar 10 tahun terakhir, model dengan bentuk badan curvy atau bahkan berukuran besar -yang dikenal dengan istilah plus size- punya tempat yang sama pentingnya dengan model berpostur langsing.

model profesionalModel-model berpostur gemuk ini malah terlihat sexy dan tidak kalah cantik dengan model bertubuh langsing. Coba saja kamu search nama-nama seperti Denise Bidot, Louise O’Relly, Tara Lynn, Maggie Brown dan Candice Huffine. Mereka adalah sederet model gemuk yang sukses menjadi model profesional.


Baca Juga: Sekolah Modeling di Jakarta yang Bisa Kamu Sambangi


 3. Kamu harus berusia muda untuk bisa menjadi model profesional

Masih berkaitan dengan poin nomor dua yang tadi HAHO bahas, usia muda itu bukan lagi patokan kamu bisa menjadi model profesional. Karena permintaan brand atau agensi berbeda-beda keperluannya dan mereka juga lebih peka dengan terus mengangkat arti cantik yang sangat dekat dengan kehidupan nyata.

Generasi X yang mungkin kini sudah mulai muncul kerutan halus punya pasarnya sendiri, begitupun anak-anak muda atau millennials juga punya pasarnya sendiri. Dari mulai dunia fashion, travel, obat, snack, banyak sekali industri yang memiliki kebutuhan berbeda.

Kalau kalian berusia lebih dari 25 tahun dan baru memulai karir sebagai model profesional, tidak ada kata terlambat!

4. Kamu harus punya foto profesional jika ingin terjun menjadi model profesional

Ini mitos! Hasil jepretan fotografer profesional dengan dandanan full makeup dan overdressed sangat tidak dianjurkan untuk kamu yang baru terjun di dunia model. Yang kamu butuhkan adalah foto simpel yang cukup menonjolkan bentuk wajahmu, dengan postur tubuh yang sesuai permintaan agensi. Semakin natural dan simpel, karakter modelingmu justru akan sangat menonjol.

Agensi akan menyortir hasil foto yang mereka nilai paling natural dan mewakili apa yang mereka cari. Jika kamu sudah pasti mendapatkan job pertama sebagai model, baru kamu akan dapat berfoto dengan arahan yang lebih profesional.

5. Kamu pasti dibayar mahal jika sudah jadi model profesional

Label model profesional memang bisa memiliki tafsir bahwa kamu akan disukai oleh banyak orang. Ini mitos! Setiap agensi pasti mencari model dengan kebutuhan dan budget mereka. Kalau kamu sukses bekerja sama dengan agensi A dengan satu brand dan dibayar mahal. Belum tentu di next project dengan agensi B dengan brand berbeda kamu akan dibayar mahal juga. Ada tingkatan-tingkatan bayaran yang berbeda.

Kadang cara kita me-maintan keahlian kita sebagai model juga jadi pertimbangan apakah sebuah brand akan terus “menggajimu” dengan bayaran yang mahal. Pergulingan model baru dan model lama di dunia modeling sangat cepat karena banyak faktor. Setiap hari ada banyak model baru potensial yang bermunculan. Kalau kita memiliki mindset model profesional harus dibayar mahal tanpa mempertimbangkan skala proyek yang ditawarkan, maka sudah saatnya membuang jauh pemikiran tersebut,

Kalau kamu #DoGeneration ingin terjun ke dunia modeling dan bermimpi menjadi model profesional, yuk mulai buat portofolio online di HAHO dan apply job di sana. Jangan lewatkan peluang untuk jadi model profesional!


Baca Juga:

6 Desainer Muda Indonesia yang Mendunia

You might also like