Tertarik Jadi Penyiar Radio? Perhatikan 5 Unsur Ini!

Penyiar radio memegang peran penting dalam dunia penyiaran. Ia bertindak sebagai juru kunci apakah program acara yang disiarkan bisa menggaet massa sebanyak-banyaknya atau malah ditinggalkan. Bagaimana dia bisa membawa mood pendengar dan eksistensinya benar-benar mampu menghibur pendengar.

Apa saja sih modal yang harus dipunyai seseorang yang ingin menggeluti karir sebagai penyiar radio? Simak nih, tips menjadi penyiar radio handal dari HAHO!

1. Suara yang berkarakter

Suara bagus bukan satu-satunya modal jadi penyiar radio handal.

Kalian yang nggak dianugerahi suara merdu jangan khawatir, kalian tetep bisa jadi penyiar radio kok!

Modal utama jadi penyiar adalah memiliki suara yang bagus rasanya sudah mulai bergeser. Pasti kalian #DoGeneration pernah mendengarkan penyiar yang tidak bersuara merdu.

Sudah beberapa tahun terakhir Nytca Gina bersama dengan Desta menghibur pendengarnya di radio Prambors. Meskipun memiliki suara yang sedikit cempreng, Gina mampu membuat pendengarnya terhibur saat mendengarkannya. Gina sukses “menjual” karakternya yang unik, sehingga mampu menutupi kekurangannya. Yup, suara yang berkarakter adalah modal utama berkarir sebagai penyiar radio. Yang perlu diperhatikan adalah artikulasi dan intonasi yang bagus bukan seberapa bagus suara yang kamu punya.


Baca Juga: 4 Artis Menjadi DJ, Tetap Berkualitas!


2. Menjadi pendengar yang baik

Seorang penyiar harus mampu memposisikan dirinya sebagai audience atau pendengar untuk mencapai level komunikasi yang bisa diterima. Bagaimana caranya? Mulailah berlatih menjadi pendengar yang baik, menjadi observer yang cermat. Dengan mendengarkan referensi dari berbagai penyiar atau kebetulan berbincang dengan salah satu pendengar kita jadi mendapatkan insight baru. Insight tersebut bisa dijadikan modal untuk kita menjadi lebih baik lagi. So, nggak cuma kodratnya didengarkan, penyiar radio juga harus mau menjadi pendengar yang baik.

3. Perluas wawasan  

Jadi penyiar radio bukan hanya asal cuap-cuap di ruang siaran. Semua yang dilakukan selama on air adalah hasil diskusi yang panjang dan kemudian dituangkan ke dalam naskah. Meskipun sudah ada naskah, seorang penyiar juga dituntut untuk mengetahui banyak hal dan menjadi pendengar yang baik sehingga apa yang terlontar di ruang siaran tidak sekedar teks belaka. Perluas wawasan seputar musik, seputar informasi terupdate dan apa yang sedang tren di sekitar kita agar apa yang kita sampaikan ke pendengar tidak hanya menghibur tapi juga lebih bermanfaat.

penyiar radio

4. Pelajari etika dalam bersiaran

Terkadang tidak semua percakapan yang dilakukan penyiar kepada audience-nya tertulis di skrip. Sebagai penyiar radio kita harus membuat sedikit improvisasi namun tidak melewati norma atau etika penyiaran yang berlaku. Seperti tidak menyinggung SARA atau mengikutsertakan opini pribadi masuk dalam pembahasan topik yang sensitif. Sebagai penyiar radio kita juga dituntut mewakili citra dari radio tempat kita bernauang, yaitu dengan tidak berpihak pada suatu paham tertentu.

5. Jalin relasi di luar ruangan siaran

Menjadi penyiar radio membuka kesempatan kita dikenal dan memiliki penggemar. Tidak hanya saling sapa saat siaran, kalian yang ingin benar-benar menekuni profesi ini juga harus mampu menjalin relasi yang baik di luar ruang siaran. Entah itu kepada pendengar, artis, produser musik atau siapapun orang yang bersinggungan dengan industri ini. Karena tidak menutup kemungkinan karir kalian sebagai penyiar radio terbuka lebar menjelajah ke profesi lain di dunia creativetainment, seperti MC dan bahkan bintang film.

***

Buat kalian #DoGeneration yang saat ini sedang menekuni profesi sebagai penyiar radio, yuk gabung di HAHO untuk memperluas link kamu. Nggak menutup kemungkinan juga dengan mendaftarkan diri di HAHO kamu bisa dapat pekerjaan impian di dunia creativetainment.


Baca juga:

Tips Siaran dan Bikin Channel Podcast

You might also like