Maestro ‘Gila’ itu Bernama Christopher Nolan

Editorial – HAHO Media. Industri perfilman dunia memiliki banyak sutradara hebat. Jika kita menyebutkan semuanya maka tidak akan cukup waktu untuk membahas satu per satu. Setiap sutradara juga memiliki ciri khas masing-masing dalam setiap filmnya.

Nah, kali ini dari sekian banyak nama hebat, gue akan membahas tentang sosok sutradara yang mulai dikenal pertama kali lewat film independen Memento (2000), yang kala itu meraih perhatian publik dan kritikus festival film internasional. Setelah kesuksesan tersebut, mulailah ia mendapatkan kesempatan untuk membuat film-film dengan budget besar.

Sebut saja judul-judul seperti Batman: The Dark Night Trilogy (2005, 2008, 2012), The Prestige (2006), Inception (2010), Interstellar (2014) dan yang paling terbaru adalah Dunkirk (2017). Siapa sih yang tidak tahu judul-judul terkenal tersebut? Apakah banyak dari kalian yang memperhatikan siapa otak di balik kesuksesan film-film itu? Yes! Dialah sang ‘maestro’, Christopher Nolan!

 

Dua Dekade dan Ratusan Penghargaan

Terlahir dengan nama Christopher Edward Nolan di Inggris pada 30 Juli 1970, Nolan telah sukses sebagai salah satu sutradara berpenghasilan tertinggi di dunia, dan layak juga disebut sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di abad ke-21. Ini pula yang menjadi salah satu alasan, kenapa gue menyebut Nolan sebagai seorang ‘maestro’. Lewat karya-karyanya yang ‘tidak’ biasa, kejeniusan, serta keseriusannya menggarap dan memperhatikan setiap detil dalam filmnya, dibuktikan dengan 171 kali masuk nominasi dari berbagai ajang festival film internasional, dan membawa pulang 119 diantaranya. Semua itu dia dapatkan dalam kurun waktu hampir dua dekade dalam karirnya sebagai seorang filmaker.

artikel nolan
(Christopher Nolan. Sumber foto: Variety.com)

 

Batman Jadi Titik Balik Nolan

Titik balik dalam karir Nolan terjadi saat ia mendapatkan kesempatan untuk menghidupkan kembali franchise Batman pada tahun 2005. Diberi judul Batman Begins (2005), Nolan membawakan kembali sosok ikonik “manusia kelelawar” dengan interpretasinya yang modern, dan kemudian disambut dengan pujian dari para penggemar dan kritikus film. Sebelum beralih ke sekuel Batman, Nolan seperti ingin mengalihkan sedikit antusiasme kepada dirinya dengan sebuah film bergenre thriller tentang dua orang pesulap yang saling bersaing hingga terobsesi untuk saling membunuh dalam The Prestige di tahun 2006. Aktor kawakan Hugh Jackman dan Christian Bale menjadi bintang utama dalam film ini.

Setelah periode tersebut karir Nolan semakin menanjak. Dilanjutkan dengan sekuel Batman: The Dark Knight (2008) yang menjadikan Heath Ledger (RIP: 1978-2008) sebagai sosok musuh batman yang sangat ikonik ‘The Joker’, dan juga berhasil mendapatkan Oscar dari Academy Awards untuk kategori Best Performance by an Actor in a Supporting Role di tahun 2009. Selain kualitas akting Heath Ledger yang memang bagus, namun pencapaian tersebut juga tidak luput dari andil besar Christopher Nolan sebagai sutradara.

 

artikel nolan
(Nolan di salah satu scene Batman: The Dark Knight, bersama Heath Ledger & Christian Bale. Sumber foto: Imdb)

 

Nolan kembali memberikan kejutan lewat film action/sci-fi Inception (2010) yang sukses mengacak-acak pikiran penontonnya, dilanjutkan dengan sebuah skenario yang melewati batas logika manusia lewat film sci-fi Interstellar (2014), merupakan sebuah bukti sahih akan “kegilaan” dan kejeniusan sang maestro! Bahkan karya terbarunya yang mengangkat sebuah kisah bersejarah dari perang dunia ke-II berjudul  Dunkirk di tahun 2017 ini, Nolan kembali mendapatkan apresiasi yang luar biasa, lagi-lagi dari penonton maupun kritikus-kritikus film di seluruh dunia!

 

Ciri Khas Nolan dalam Filmnya

Seperti yang gue bahas di awal, setiap filmaker pasti memiliki ciri khas dalam filmnya, dan inilah beberapa ciri khas Nolan yang bisa kamu temukan dalam film-filmnya:

  1. Ia selalu memulainya dengan memperkenalkan karakter utama dalam film tersebut, kemudian membiarkan sang aktor mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya dalam berakting.
  2. Seringkali membuka adegan dalam film dengan kilas balik, atau memunculkan sepotong adegan dari tengah atau akhir film.
  3. Biasanya pada setiap akhir film, Nolan akan menampilkan seorang karakter yang memberikan sebuah monolog filosofis.
  4. Bermain dengan lingkup visual yang sangat besar dengan melakukan penekanan pada lokasi, hingga arsitektur dalam film.
  5. Seringkali menggunakan komposisi gambar yang simetris.
christopher-nolan HAHO media
Christopher Nolan (sumber: variety.com)

 

Sebagai seorang filmaker, Nolan membagikan salah satu tipsnya ketika menulis sebuah cerita untuk film. Dia tidak akan membuat sebuah garis besar dalam cerita sebelum ia memulai penulisan naskah dalam filmnya. Walaupun, ia mencatat banyak hal mengenai kejadian, karakter, dan gagasan untuk film yang sedang ia garap.

Nolan juga menanggapi pendapat orang-orang yang mengatakan bahwa film-filmnya terlihat sangat nyata, “Aku berpikir ada perasaan yang samar di luar sana bahwa film-film yang kubuat akan menjadi semakin nyata, aku tahu dan aku merasakannya”.

Penjelasan-penjelasan di atas seakan menjadi bukti bahwa film-film garapan Nolan selalu dinantikan oleh penggemar film di seluruh dunia. Konsistensi dengan selalu membawakan sesuatu yang segar, cerdas, dan “tidak biasa” dalam semua karyanya, menjadikan Nolan layak mendapat pengakuan sebagai salah seorang maestro ‘gila’ perfilman dunia. Namun menariknya hingga saat ini, meski banyak menyutradarai film-film terkenal dan mendapatkan berbagai penghargaan di ajang internasional, Nolan belum pernah sekalipun masuk  ke dalam nominasi Best Director untuk ajang paling bergengsi perfilman dunia, Academy Awards.

Patut dinanti kiprah sang ‘maestro’ selepas film Dunkirk di tahun 2017 ini, apakah dia akan mendapatkan penghargaan tertinggi bagi insan perfilman dunia tersebut atau tidak?

Bagi kalian #DoGeneration yang juga seorang filmaker atau penikmat film pada umumnya, Christopher Nolan layak kalian jadikan sebagai salah satu referensi dalam karir dan daftar sutradara yang patut dinanti karyanya. Kita juga patut berbangga hati dengan banyaknya filmaker Indonesia yang produktif saat ini, dan semoga ke depannya ada anak-anak Indonesia yang menjadi “The Next Nolan” atau bahkan melebihi kapasitas sang maestro!

 

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More