Menari Dengan Hati di The 2nd Indonesian Ballet Gala 2017

Delapan anak berkursi roda terlihat ceria di atas panggung. Didampingi oleh belasan penari yang mendorong ke sana dan ke mari, mereka menggerakkan tangannya dengan lincah. Lagu-lagu daerah seperti ‘Kicir-kicir’, ‘Selayang Pandang’, dan ‘Yamko Rambe Yamko’ mengalun merdu dari mulut mereka. Di atas panggung The 2nd Indonesian Ballet Gala 2017, mereka menari dan bernyanyi dengan hati.

Kolaborasi anak difabel dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Indonesia dengan penari dari EKI Dance Company memang menjadi bagian pertunjukan The 2nd Indonesian Ballet Gala. Dengan tema pertunjukan tari yang inklusif, acara yang berlangsung pada Sabtu (23/09) di Teater Jakarta ini sukses terselenggara.

Selain menggelar dua sesi pertunjukan, ada sesi workshop yang berisi pelatihan teknik dasar balet. Mau tau bagaimana acara ini berlangsung? Simak beberapa keseruan acara ini yuk!

Kolaborasi penari difabel

Enggak cuma satu, tapi banyak! Untuk pertama kalinya di Indonesia, sebuah acara tari menampilkan talenta, bakat, dan semangat dari penari-penari normal dan difabel internasional diadakan. Nah, semua itu ada di The 2nd Indonesian Ballet Gala 2017! Pertunjukan balet ini memang jadi kolaborasi antara penari Indonesia dengan penari internasional baik yang memiliki tubuh lengkap maupun mereka yang memiliki kekurangan secara fisik.

Salah satunya adalah kolaborasi YPAC dengan EKI Dance Company tadi. Kekurangan fisik tidak mengurangi semangat mereka dalam menari. Latihan yang dilakukan sejak bulan Agustus lalu terbayar tuntas dengan penampilan yang tampak indah di atas panggung. Selamat!

Enggak hanya penari dalam negeri, para dancer internasional juga turut ambil bagian di event ini. Penampilan dari penari-penari difabel kelas dunia seperti Candoco Dance Company (Inggris), Magali Saby (Prancis), dan Marc Brew (Australia) juga bisa disaksikan oleh para pengunjung.

Menerjang keterbatasan

Dalam pertunjukan dua act yang masing-masing berdurasi 120 menit, pengunjung dimanjakan lewat penampilan menakjubkan para penari dari seluruh dunia! Beberapa dari mereka memang tidak memiliki kemampuan fisik yang sempurna, meski demikian itu bukan hambatan untuk berkarya.

Ada Marc Brew, misalnya, penari profesional ini mengalami kelumpuhan saat mengalami kecelakaan mobil di usia 20 tahun. Namun, ia memutuskan untuk tidak berhenti menggerakkan bagian tubuhnya untuk menari. Di The 2nd Indonesian Ballet Gala 2017ia membawakan tarian solo berjudul ‘Remember When‘.

Selain Marc, Magali Saby juga memiliki kisah yang sama. Perempuan asal Prancis ini mengalami kelumpuhan dan membuatnya harus menggunakan kursi roda. Tapi lihat! Di malam itu, pertunjukan yang berkolaborasi dengan enam penari Indonesia berjudul La Fille de l’Air (Putri Air) sukses merebut perhatian penonton. Sosok yang juga seorang model dan aktris ini spesial karena koreografi tarian tersebut khusus ia ciptakan untuk pertunjukan di Indonesia.

https://www.instagram.com/p/BZZJ7NNhQxp/?taken-by=ballet.id

Dari Indonesia juga enggak ketinggalan! Selain YPAC tadi, ada CANdoDANCE, sebuah grup tari berisikan 14 penari Indonesia yang membawakan tarian berjudul ‘Cloud Passage’. Mereka terdiri dari penari yang memiliki keterbatasan bicara dan mendengar. Sejak Juli 2017 lalu, mereka dilatih oleh Mirjam Gurtner dan Tanja Erhart dari Candoco Dance Company.


Baca Juga: Yuk Belajar jadi Balerina di Sekolah Balet Ini


Berlangsung dua pertunjukan

Pertunjukan The 2nd Indonesian Ballet Gala diadakan dalam dua act. Sesi pertama dimulai sejak pukul 13.00-15.00 WIB. Sementara itu, di sesi kedua berlangsung pukul 19.00-21.00 WIB.

Di sesi pertama, ada tari ‘Sound Machine’ dari EKI Dance Company dan YPAC, ‘Cloud Passade’ dari CANdoDANCE Indonesia, La Fille de L’Air dari Magali Saby, serta ‘Spartacus Pas De Deux’ dari Quensland Ballet. Sementara itu, di act dua berlangsung tari ‘Studies for C’ dari Candoco Dance Company, La Bayadere Pas De Deux dari Universal Ballet, Remember When’ dari Marc Brew, dan ‘Black Swan Pas de Deux from Swan Lake’ dari Queensland Ballet. 

Ada kelas workshop

Enggak cuma tampil di atas panggung, para balerina mancanegara yang hadir di The 2nd Indonesian Ballet Gala ini juga berkesempatan membagikan ilmu mereka! Di sesi workshop yang berlangsung di tanggal 24 September 2017, Magali, Marc Brew, dan Yanela Pinera dengan sabar mengajarkan teknik-teknik balet kepada peserta workshop yang masih berusia remaja. Di sesi workshop ini, mereka mengajarkan bahwa jika semua orang punya niat dalam hati, mereka bisa menari.

***

Ingin bergabung dengan project keren seperti ini? Tenang saja, ada banyak project lain yang bisa kamu ikuti di HAHO.CO.ID! Jangan lupa daftar dan rancang profile kamu di sana, ya!


Baca di Sini: Teknik Balet Dasar yang Wajib Kamu Pelajari

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More