Bicara Film Berprestasi, Future Destination 2.0 Kupas Tuntas ‘’Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’’

Jakarta – HAHO Media. Rumah Millennilas, PARFI 56 dan Pusbang Film Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kembali menggelar Future Destination 2.0. Setelah kali pertama sukses dengan topik “Pendalaman Seni Peran”, kali ini Future Destination 2.0 mengangkat topik ‘’Film Indonesia Berprestasi’’ dengan secara spesifik membedah film yang beberapa waktu lalu menuai banyak penghargaan dari dalam negeri hingga mancanegara yaitu ‘’Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak’’. Topik ini juga diangkat sebagai peringatan hari Film Nasional yang jatuh pada tanggal 30 Maret 2018 nanti.

Memasuki Sesi M-Talks atau diskusi, RM x PARFI 56 x Pusbang Film menghadirkan beberapa deretan pemain film tersebut. Di antaranya aktor senior Egi Fedly, Ayez Kassar, Haydar Salish, juga sang produser Rama Adi.

Pemeran utama Marsha Timothy kebetulan berhalangan hadir karena kesibukan syuting pada waktu yang sama.

Para aktor tersebut membagikan kisah dan pengalaman mereka masing-masing  pada saat pembuatan film Marlina yang berlokasi di Sumba, Nusa Tenggara Timur. ‘’Banyak hal detail yang harus diperhatikan dalam pembuatan film ini’’, tutur Rama sebagai orang yang paling bertanggung jawab secara kesuluruhan dalam pembuatan film.

Future Destination

Event yang digelar di XXI Plaza Senayan tersebut dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB dan dibuka oleh MC aktris muda Prilly Latuconsina, dan dimoderatori oleh aktris senior Ayu Dyah Pasha.

Future Destination kali ini sedikit berbeda dengan yang pertama. Untuk yang kedua ini, pengunjungnya dibatasi hanya untuk usia 17+ saja dengan jumlah kurang lebih 300 orang. Hal itu dikarenakan film Marlina dengan genre Stay West memiliki adegan pembunuhan hingga pemenggalan kepala.

Untuk menyempurnakan pemahaman tentang seluk beluk film tersebut, sesi nonton film Marlina dimulai sejak pukul 12.30 WIB hingga 14.00 WIB.

Future DestinationFuture Destionation 2.0 mengharapkan generasi Millennials Indonesia semakin tertarik menonton film Indonesia, karena dengan begitu para penggiat industri seni peran dan perfilman akan semakin termotivasi untuk berkarya dan meningkatkan kualitas perfilman Indonesia. Melalui kampaye ‘’Ayo Nonton Film Indonesia’’ yang berkali-kali disebut sepanjang berjalannya acara, banyak harapan penggiat industri perfilman Indonesia untuk Film Indonesia semakin mudah dalam menembus pasar global seperti yang telah terjadi atau bahkan lebih baik dari Film Marlina ini.

 

Kontributor: Dore Lumban Gaol

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More