Ideafest 2017: Waktunya Anak Muda Berkarya!

Ideafest 2017 berlangsung meriah! Puluhan pembicara, ratusan pelaku startup, dan ribuan anak muda kreatif hadir di sini. Dengan mengangkat tema ‘Festival of Collaboration’, Ideafest 2017 berusaha untuk menghubungkan para content creator, investor, sampai regulator untuk berkolaborasi membangun negeri.

Di hari pertama, ada puluhan seminar dan talkshow yang penuh inspirasi, dilanjutkan dengan konferensi di hari kedua yang bikin para pengunjung enggak merasa percuma datang ke acara ini.

Seperti apa sih keseruan acara yang berlangsung di Jakarta Convention Center pada 5-6 Oktober 2017 kemarin? HAHO sudah meliputnya untuk kamu!

Festival kreatif terbesar

Enggak salah jika menyebut Ideafest 2017 sebagai festival kreatif terbesar di tanah air. Di sini, ada sekitar 100-an pelaku, penggiat, sampai regulator dunia industri kreatif berkumpul! Dari yang sudah berpengalaman, sampai anak muda penuh talenta pun ada! Lewat talkshow, seminar, dan konferensi yang berlangsung selama dua hari, ada banyak isu-isu dunia kreatif yang dibahas ke permukaan.

Di hari pertama, ada 10 ruangan yang menyelenggarakan seminar dan talkshow dari para content creators, selebritis, maupun pengusaha startup. Lucunya mereka sharing di ruangan-ruangan dengan nama para entrepreneur ngetop. Nama-nama seperti Musk Room, Jobs Room, Zuckerberg Room menghiasi ruangan-ruangan konferensi merujuk pada tokoh-tokoh entrepreneur keren itu.

Enggak cuma nama ruangan aja yang oke, pembicara di seminar-seminar hari pertama pun enggak kalah super! Nama-nama YouTuber muda kreatif seperti Agung Hapsah, Reza Octovian, Eka Gustiwana dan Bayu Skakpara musisi seperti Andien Aisyah, Vidi Aldiano, Dipha Barus, dan Raisa Andriana, sampai penggiat sastra seperti Ahmad Fuadi, public speaker Rene Suhardono dan filmmaker Dimas Djayadiningrat membagikan ilmunya di hari pertama!

Bagaimana merancang tempat kerja yang instagrammable? Chrisye Octaviani (kiri), Agatha Carolina (kedua dari kiri) dan Santi Alaysius (kedua dari kanan) menjelaskannya di sesi Ideatalks. Sumber: HAHO

Salah satu sesi keren di hari itu adalah seminar berjudul ‘“Affordable” and “Instagramable” interior for your retail business and office’ dari Santi Alaysius (Domisilium Studio) dan Chrisye Octaviani serta Agatha Carolina (Bitte Design Studio). Di sesi ini, mereka sharing soal bagaimana cara bikin kafe, kantor, atau tempat bisnis lain biar terlihat manis dan bagus untuk difoto dan ditampilkan di feeds Instagram kamu! Salah satu tipsnya: enggak perlu barang impor, kamu hanya butuh material furnitur yang gampang dicari, mudah dirombak, dan dimodifikasi biar terlihat lebih bernilai. Mudah, kan?


Baca Juga: Pesta Insan Startup di LocalStartupFest 2.0


Hari kedua: anak muda bicara karya

Jika di hari pertama ada 10 ruangan, maka hari kedua fokus pada satu panggung saja. Di konferensi hari kedua, ada 13 pembicara yang berbicara di sebuah hall besar untuk sesi berdurasi masing-masing 15-45 menit.

HAHO - Sri Mulyani di Ideafest 2017
Di Ideafest 2017, Sri Mulyani bicarain soal regulasi untuk dunia startup. Sumber: HAHO

Ashraf Sinclair membuka konferensi dengan berbagi cerita tentang bagaimana pengalaman dirinya menjadi seorang celebrity investor selama lebih dari 20 tahun. Selanjutnya, ada bincang-bincang antara Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, dengan Ben Subiakto (Founder Ideafest) dan host beken Andy F. Noya untuk ngobrolin masalah regulasi startup di Indonesia. Kata ibu menteri yang kece itu, para pengusaha startup bakal dimudahkan untuk masuk ke lantai bursa dan melebarkan pintu investasi agar lebih terbuka. Yeay!

Pembicara-pembicara selanjutnya enggak kalah seru! Ada anak-anak muda seperti Isabela Wijsen (Founder of Bye Bye Plastic Bags), Skinnyindonesian24 alias Da Lopez bersaudara (penggagas Beasiswa Da Lopez), sampai si cilik Faye Simanjuntak (Founder of Rumah Faye) yang bergantian naik panggung menyuarakan karya, pendapat dan program-program keren mereka.

HAHO - Isabel Wijsen di Ideafest 2017
Isabel Wijsen, anak muda yang bersemangat ajak semua orang untuk bilang bye-bye pada penggunaan plastik. Sumber: HAHO

Anak-anak muda itu melengkapi para pembicara lain yang memang sudah malang melintang di dunia industri kreatif dan entertainment nasional. Sebut saja musisi Yovie Widianto yang berbagi soal perjalanan kariernya merangkai melodi cinta, ada Ika Natassa yang cerita bagaimana dia membagikan proses kreatif pengerjaan bukunya lewat media sosial, serta Deddy Corbuzier yang mengajak kita untuk stay relevant dengan terus beradaptasi mengikuti tren dan perkembangan zaman.

Do what you can’t ala Casey Neistat!

Ini dia yang ditunggu-tunggu! Setelah menunggu seharian, para penonton akhirnya bisa lihat Casey Neistat naik ke atas panggung. Selama kurang lebih 45 menit, vlogger kece nan kocak itu menceritakan mengapa ia menggunakan medium visual untuk menyuarakan pendapatnya.

Casey bercerita, ketertarikannya untuk membuat video berawal di tahun 2011. Kala itu, ia ditilang oleh seorang polisi akibat keluar dari jalur ketika bersepeda. Casey merasa itu tidak adil. Ia berpendapat bahwa tidak semua jalur sepeda itu aman. Maka, lewat video, ia menunjukan argumentasinya. Videonya berhasil viral saat itu, bahkan ketika YouTube belum banyak diakses orang seperti sekarang. Dan dari sana, Casey Neistat merasa bahwa video adalah medium paling cocok baginya untuk berekspresi.

If you are interested in anything within a creative space, nothing is impossible nowadays because we have internet and social media. Just do it and try. And also, do what you can’t and step out of your comfort zone” – Casey Neistat

Berawal dari video itu, Casey kini adalah vlogger yang paling banyak ditonton orang! Akun YouTube-nya punya 8 juta subscriber dan videonya udah ditonton hampir 2 milyar kali. Meski sekarang sudah sukses, karier pria berusia 36 tahun ini enggak berawal mudah. Ketika ia bilang ingin menjadi seorang entertainer yang berkarya lewat video, banyak orang dekat Casey yang meragukannya. Mereka mengatakan wajah Casey yang kurang rupawan untuk menjadi seorang entertainer.

HAHO - Casey Neistat di Ideafest 2017
Satu pelajaran penting dari Casey Neistat: do what you can’t. Sumber: HAHO

Vlogger asal Amerika Serikat ini kasih satu pelajaran penting: do what you can’t. Alih-alih menyerah, Casey menyuruh kita untuk break the limit dan kejar apa yang orang lain pikir akan mustahil untuk kita dapatkan. Saran ini terbukti manjur lho, buktinya Casey bisa nunjukin ke semua yang meragukannya bahwa mereka salah! Prinsip ini juga bisa kita pake untuk menerabas batas dan meraih apa yang kita inginkan. Kini adalah waktunya anak muda berkarya, dan tidak ada yang bisa menghentikan kita!

***

Ideafest 2017 menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia akan semakin berkembang. Apakah kamu siap menjadi salah satu anak muda yang ambil bagian di dalamnya? Jangan lupa bikin profil keren kamu di HAHO.CO.ID ya!


Baca di Sini: Sharing Session di Local Startup Fest 2017 Bareng HAHO!

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More