Kontroversi Komik X-Men Karya Ardian Syaf

Komikus Indonesia, Ardian Syaf harus mendapatkan sanksi dari Marvel karena turut memasukkan “emosinya” terkait unsur politik agama ke dalam karya teranyarnya di X-Men Gold.

Ardian Syaf dikenal sebagai salah satu komikus handal Indonesia dengan karir internasional lewat karya-karyanya di Marvel Comics dan DC Comics. Marvel dan beberapa studio komik Amerika Serikat mengapresiasi komikus asal Tulungagung ini karena menyusupkan unsur budaya dan kekhasan tanah air seperti warung pecel lele, monas di lanskap kota Gotham, dan gambar Jokowi di sebuah komik DC Comics.

Beberapa hari terakhir nama Ardian Syaf semakin booming, kali ini bukan karena karyanya yang memukau tapi karena proyek teranyarnya di komik X-Men Gold menuai kontroversi. Dalam sejumlah gambar di X-Men Gold #1, Ardian memasukkan unsur konflik politik agama dalam Pilkada DKI yang menyeret Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ke pengadilan, serta unjuk rasa besar-besaran dari sebagian umat Islam pada 2 Desember 2016 yang kemudian disebut sebagai aksi 212. Ardian menyusupkan tulisan QS. 5:51 (yang merujuk pada Quran Surah Almaidah 51) di baju Colossus dan angka 212 di gedung tepat di atas kepala Kitty Pryde. Tokoh Kitty dalam komik diceritakan sebagai keturunan Yahudi.

Komik karya Ardian Syaf menuai kontroversi.

X-Men Gold yang dirilis pada Rabu (5/4) awalnya diterima baik oleh penggemarnya. Namun, kontroversi mulai mencuat setelah berbagai komentar di Facebook, Twitter, serta portal Reddit membahas simbol tersebut. Sampai kontroversi ini sampai ke telinga pihak Marvel dan mereka mengeluarkan tanggapannya. 

Pernyataan Marvel yang dilansir ComicBook.com mengatakan, ”Acuan (Al Maidah 51 dan aksi 212) itu tidak mencerminkan pandangan penulis, editor, atau siapa pun di Marvel, dan merupakan hal yang bertentangan langsung dengan inklusif Marvel Comics dan sikap yang diperjuangkan X-Men sejak diciptakan.”

Dengan kejadian tersebut, Marvel memutuskan akan menghapus semua karya yang berisi simbol tersebut serta menjatuhkan sanksi kepada Ardian. “Lembar gambar ini akan dihilangkan dari pencetakan berikutnya serta versi-versi digitalnya, dan akan sanksi indisipliner dijatuhkan (kepada Ardian Syaf),” jelas Marvel.

Sanksi yang dijatuhkan Marvel adalah memutus kerjasama dengan Ardian. “Marvel memutus kontrak kerjasama dengan Ardian Syaf. X-MEN Gold #2 dan #3 yang sudah ia kerjakan telah dikirim ke percetakan dan tetap akan terbit sesuai jadwal. Edisi #4, #5 dan #6 akan dikerjakan oleh R.B. Silva dan edisi #7, #8, dan #9 akan dikerjakan oleh Ken lashley. Pengganti comic artist tetap akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan,” tulis pernyataan resmi Marvel, dilansir CBR.

Baca Juga: 4 Sekolah Animasi Terbaik di Indonesia

Tanggapan Ardian Syaf Terkait Guratan Komiknya yang Menuai Kontroversi

Pascakontroversi ini Ardian sempat memberikan alasan perihal hasil karya “QS: 51 dan 212” di komik X-Men. Dalam hasil wawancara Ardian mengaku mengerjakan komik X-Men sepulang ia mengikuti aksi 212 di jakarta.

 “Saya ikut aksi besar 212, berangkat dari Jawa Timur. Ketika saya menggambar halaman-halaman yang ada angkanya itu, itu sepulang dari Jakarta,” jelasnya, dilansir Republika, Senin (10/4).

Ardian Syaf sempat mengunggah karyanya yang kontroversial di akun Facebooknya.

Namun, pria berkacamata ini kemudian menyadari bahwa isu sensitif tersebut tidak seharusnya ia tuangkan dalam sebuah karya yang di konsumsi oleh masyarakat dunia. Ardian meminta maaf lewat akun Facebooknya. Tidak hanya itu, ia juga menghapus gambar-gambar komik kontrovorisal tersebut di akun Facebooknya.

“Atas semua yang terjadi saya meminta maaf dengan tulus. Yang jelas saya tidak anti Kristiani atau Yahudi (orang yang kenal secara personal pasti tahu), bagi yang kontra dan mencaci maki saya, saya tidak akan pernah membenci anda.. dan bagi yang telah memberikan support dan dukungannya, saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Selanjutnya semua saya serahkan pada Allah SWT, saya tinggal menjalani takdir-Nya. Saya doakan semoga semua selalu diberi kesuksesan. Terima kasih,” tulisnya.

Mengenal Sosok Ardian Syaf

Ardian Syaf mulai menapaki karir di dunia komik profesional pada 2007 setelah bergabung ke penerbit Dabelbrothers. Ardian dipercaya menangani proyek pertama berjudul Take It to Chance dengan noveli Catherine Murphy. setelah itu ia digaet Marvel untuk menangani serial Nightcrawler dan Captain Britain + MI 13.

Seiring berjalannya waktu karirnya terus menanjak, pada 2009 Ardian didapuk sebagai seniman eksklusif DC. Ia mengerjakan banyak proyek seperti seperti Superman/Batman,Batman Blackest Night, Green Lantern Corps, Brightest Day, Birds of Prey dan Batgirl.

Semenjak diputus kontrak dengan Marvel, belum diketahui proyek teranyar Ardian Syaf.
Pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini untuk kalian #DOgeneration, berkarya tanpa mendobrak norma dan SARA. Jangan sampai satu kelalaian malah menghancurkan karir yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More