Plagiat Karya Seni di Dunia Creativetainment

plagiatPlagiat karya seni di dunia creativetainment seperti penyakit yang belum ditemukan obatnya. Belum tuntas masalah plagiat, di era internet ini banyak yang nekat mencuri dan melabeli karya orang lain dengan namanya.

Mungkin masih lekat di ingatan masyarakat Indonesia kasus ide komika Ernest Prakasa yang dicomot oleh akun Dagelan. Warga netizen sempat protes dan memberikan “hukuman instan” lewat media sosial akibat kasus plagiat karya seni ini.

Penyakit plagiat dan pencurian di dunia creativetainment

Tidak hanya Ernest Prakasa, banyak netizen yang ternyata dicuri idenya oleh Dagelan, salah satunya penyiar dan MC kondang Gofar Hilman. Yang semakin membuat geram warga netizen adalah Dagelan mengambil keuntungan dari pencurian ide yang di copas jokes dan quotes tanpa menuliskan kredit di akun Instagramnya. Meski kasus ini berakhir dengan permintaan maaf dari pihak Dagelan, namun masalah serupa masih sering ditemukan oleh beberapa akun.


Baca Juga: 5 Inspirasi Dari Kisah Sukses Oprah Winfrey di Dunia Entertainment


Era screen shot dan edit menumpulkan kreativitas

Kecanggihan teknologi beriringan dengan dua dampak yang lahir. Dampak positif dan negatif. Kasus pencurian ide dan atau plagiat di dunia creativetainment ini tak dipungkiri turut didukung oleh teknologi. Orang seperti tidak dikungkung Undang-Undang saat men-screen shot gambar, quotes, jokes lalu di edit dengan sedikit modifikasi. Likes dan pujian jadi bahan bakar pendorong orang-orang terus melakukan pencurian ide tersebut.

Di era serba cepat, sebagian orang ingin cepat dikenal dan cepat mendapat pujian. Proses mencari ide kreatif, melahirkan karya jadi kurang greget karena cenderung memakan waktu lebih lama ketimbang copy-paste. Padahal risikonya jika melakukan hal tersebut cukup riskan, dari karma instan atau dibully netizen sampai melewatkan kesempatan mengembangkan karir di dunia creativetainment karena kehilangan kepercayaan.

Ingat, di balik kisah orang sukses dan terkenal ada kerja keras dan proses yang tidak mudah yang mereka lewati. Era serba cepat tidak memberikan garansi kepada orang-orang yang ingin sukses secara instan.

Menghargai ide kreatif adalah dengan tidak meniru ataupun mencurinya

Bersusah payah membangun personal branding, mempercantik media sosial tapi masih mencuri ide kreatif milik orang lain adalah hal yang sia-sia. Seberapa pun kamu mempercantik hasil “curianmu”, tindakanmu cepat atau lambat akan ketahuan juga. Impian terkenal di dunia creativetainment bisa jadi hanya sebatas impian.

Buat karya dengan jujur dan menghargai karya orang lain, mungkin petuah turun temurun yang masih valid sampai era sekarang. Perkaya diri dengan referensi, ikut komunitas, mengapresiasi karya orang lain dengan cara tidak mencuri ide mereka, maka dengan sendirinya ide-ide kreatif kita akan muncul.

Untuk mengurangi pencurian ide ini, untuk kalian #DoGeneration yang memiliki karya di dunia creativetainment yuk jangan malu untuk share profil dan portofoliomu di HAHO.


Baca Juga:

Tertarik Jadi Road Manager? Intip Tipsnya Di Sini!

Tips Memotret Aksi Panggung dengan Smartphone

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More