5 Sutradara Muda Indonesia yang Berbicara Lewat Karya

Sutradara muda Indonesia ini memiliki karir yang cukup gemilang di kancah sineas Indonesia. Tidak hanya di dalam negeri, mereka juga berhasil memukau sineas dunia lewat ajang festival film internasional.

Wregas Bhanuteja adalah salah satu sutradara muda Indonesia yang berhasil memecahkan rekor pertama Indonesia membawa pulang piala penghargaan Festival Film Cannes 2016. Bahasa film Wregas berhasil diterima oleh dewan juri, karena ide cerita miliknya juga sangat orisinil dan sangat dekat dengan kehidupan di Indonesia.

Tidak hanya Wregas tentunya, berikut ada 5 sutradara muda Indonesia terbaik yang bisa menjadi panutan kalian #DoGeneration!

Wregas Bhanuteja, salah satu sutradara muda Indonesia terbaik. Sumber foto: BBC.

1. Wregas Bhanuteja 

Seperti yang sudah HAHO singgung ditulisan sebelumnya, Wregas Bhanuteja adalah salah satu sutradara muda Indonesia terbaik. Ia masih berusia 23 tahun saat membawa pulang piala kemenangan kategori film pendek terbaik di Festival Film Cannes 2016. Film Prenjak besutan Wregas berhasil memukau para juri di La Semaine de La Critique atau pekan kritikus.

Sutradara muda ini menjadi orang pertama dalam sejarah sineas Indonesia yang masuk nominasi dan sekaligus memenangkan kategori di La Semaine de La Critique. Sebelumnya hanya ada dua film Indonesia yang pernah menjadi nominasi di ajang bergengsi tersebut, Tjut Nja’ Dhien (Eros Djarot, 1989) dan Fox Exploits Tigers Might (Lucky Kuswandi, 2014).

Kemenangan Wregas ini adalah hasil kerja keras yang telah ia pupuk sejak masih duduk di bangku SMA. Sejak kelas 12 ia sudah rajin membuat film dan memenangkan festival film dalam negeri. Dari situ, cowok lulusan IKJ ini terus menorehkan prestasi  baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri, lewat karya-karya filmnya. Salah satu film Wregas yang eksis di ajang internasional adalah film Lembusura yang dirilis tahun 2014. Lembusura pernah berpartisipasi dalam 65th Berlin international Film FestivalBerlinale Shorts Competition (2015), 39th Hong Kong International Film Festival (2015), Imagine Science Film Festival, New York (2015), dan Asian Film & Video Art Forum, Seoul – South Korea (2015).

2. Kamila Andini

Kamila Andini. Sumber foto: Gatra

Menjadi sutradara, Kamila Andini (30 tahun) banyak terinspirasi dari ayahnya sendiri, Garin Nugroho. Tapi tak sekedar terinspirasi, ia berhasil membuktikan keahliannya sebagai sutradara muda berprestasi dan bukan hanya mendompleng nama besar sang Ayah.

Kamila menggarap film dokumenter pertamanya saat ia masih duduk di bangku kelas dua SMA. Kemudian ia berhasil menyutradarai beberapa film dokumenter lain, video klip dan juga FTV. Film layar lebar Kamila berjudul The Mirror Never Lies berhasil memboyong beberapa penghargaan baik di dalam maupun di luar negeri diantaranya film terbaik di Asia Pasific Screen Awards, Earth Grand Prix Awards di Tokyo International Film Festival 2011, Fipresci Awards di Hongkong Film Festival 2012 dan penghargaan sebagai sutradara terbaik di Festival Film Anak Internasional Cina.


Baca Juga: Kenalan Yuk Sama Pekerjaan Director of Photography!


3.  Yosep Anggi Noen

Yosep Anggi Noen

Sutradara muda asal Yogyakarta ini memulai kiprahnya lewat film-film pendek. Film Cheng Cheng Po berhasil mengantarkan cowok yang akrab disapa Anggi membawa pulang Film Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia 2008 dan Audience Award di Konfiden Short Film Festival 2007. Namanya mulai menjadi pembicaraan masyarakat setelah film panjang perdananya Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya (2014) diputar di banyak festival film luar negeri. Baru-baru ini film teranyar milik Anggi, Istirahatlah Kata-Kata yang berkisah tentang aktivis Wiji Thukul menuai banyak pujian baik dari dalam maupun luar negeri.

Tidak hanya terus berkarya, cowok 34 tahun ini juga aktif dalam komunitas film di Jogjakarta. Ia merupakan salah satu orang yang ikut mendirikan Jogja-NETPAC Asian Film Festival bersama dengan Garin Nugroho, Ifa Isfansyah, Budi Irwanto, Dina Herlina dan Philip Cheah.

4. Ismail Basbeth

Ismail Basbeth. Sumber foto: Kompas

Ismail Basbeth (30 tahun) sempat membantu Anggi sebagai asisten sutradara di film Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya. Tapi di luar itu, Ismail juga rajin menggarap karya filmnya sendiri. Beberapa film pendeknya yang berjudul Shelter (2011), Maling (2012) dan 400WORDS (2013) diputar di berbagai festival seperti Busan International Film Festival, International Documentary Film Festival Amsterdam dan Sydney Film Festival. Film panjang Ismail, Another Trip to The Moon masuk Tiger Award Competition di ajang International Film Festoval Rotterdam 2015.

Ismail beberapa tahun belakangan juga sudah nyemplung ke film komersil bersama sutradara tersohor Hanung Bramantyo. Ia menggarap Gerakan Islam Cinta, Ayat-Ayat Adinda dan Mencari Hilal.

5. Monica Tedja

Monica Tedja

Monica Vanesa Tedja (25 tahun) mulai merekam videonya sendiri setelah melihat sang Ayah yang kerap merekam video liburan keluarga. Ketertarikannya terus berkembang setelah ia mengikuti workshop dan memutuskan mengambil jurusan Digital Cinematography. Film Monica yang berjudul Sleep Tight Maria didapuk menjadi juara Kompetisi Film Pendek Festival Sinema Prancis 2015. Film Sleep Tight Maria juga berpartisipasi dalam Festival Internasional Film Pendek ke-38 di Clermont-Ferrand 2016. Monica sering disebut-sebut sebagai next Nia Dinata karena ia kerap mengangkat isu gender dalam karyanya.

Mulai sedini mungkin, jangan berhenti berkarya, sutradara juga harus peka terhadap isu sekitar dan berani menuangkannya lewat media film, adalah beberapa yang bisa kita petik dari sosok inspirasi 5 sutradara muda Indonesia yang sudah kita bahas.

Buat kalian #DoGeneration mari berkarya jangan mau cuma jadi followers! Tunjukkan karyamu dan signup ke HAHO.


Baca Juga:

Tertarik Jadi Sound Editor? Baca di Sini!

Yuk, Kenalan dengan Pekerjaan Show Director!

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More