Adria Sarvianto: Audio Engineering is All About Ear, Not Gear

“Mau jadi Audio Engineer? Keep the passion alive, open your mind, siapkan fisik dan mental untuk kerja pagi ketemu pagi. Teliti dalam setiap pekerjaan, pastikan semua aman. Terutama saat recording, pastikan kita mendapatkan hasil suara terbaik, tidak ada noise, suara peak, dan lain-lain. Karena apa yang sudah direkam itulah yang akan di-mix, there’s no turning back”

Profiles – HAHO Media. Di balik kesuksesan seorang musisi hingga sebuah event atau pagelaran musik, baik yang berskala kecil hingga termegah sekalipun, terdapat sosok penting yang cukup jarang terekspos. Mereka adalah Audio Engineer (istilah lainnya adalah Sound Engineer). Mereka selalu berada di balik Mixer besar baik itu analog maupun digital, control surfaces, sequencer dan masih banyak lagi. Di dalam studio pun mereka masih tetap berada di belakang semua peralatan tersebut. Ketelitian dan konsentrasi seperti menjadi sebuah keharusan dalam mengontrol itu semua, dengan harapan zero mistake alias tanpa kesalahan.

Kali ini HAHO sangat beruntung bisa mewawancarai Adria Sarvianto, seseorang yang berprofesi sebagai Audio Engineer dengan banyak pengalaman, baik di dalam studio hingga pertunjukan live musisi beragam genre. Mulai dari Erwin Gutawa, Gita Gutawa, NOXA, Inlander, Down For Life hingga acara-acara musik ajang pencarian bakat di televisi pun menggunakan jasa doi, si penggemar musik metal yang katanya masih jomblo ini!

 

haho media - audio engineer
Profile Adria Sarvianto di HAHO.co.id

Berikut hasil ngobrol-ngobrol santai HAHO Media dengan Adria Sarvianto:


Halo Adria apa kabarnya nih?

Sehat dan bahagia seperti biasanya.

Sedang sibuk dengan project apa dan siapa nih sekarang?

Baru selesai proyek musikal Bunga Terakhir Badai & Kasih, sekarang sedang mengerjakan Indonesian Idol Junior 2018 sebagai sequencer programmer untuk home-bandnya (Shout out to Hanny n Co!).

haho media - audio engineer

Berbicara mengenai Audio Engineer, Adria sudah berapa lama menekuni profesi ini dan kenapa tertarik menjadi seorang Audio Engineer?

Kurang lebih 8 tahun. Awalnya karena suka dan hobi musik, tapi untuk tertarik menekuni Audio Engineering itu awalnya waktu SMA saya beli CD Roadrunner United 25th Anniversary, di situ dapat bonus DVD behind the scene proses rekaman album tersebut, walaupun yang ditampilin cuma tip of the iceberg, tapi di situlah saya pertama kali ngeliat gimana proses rekaman dan akhirnya memutuskan untuk kuliah di jurusan audio dan lanjut sampai sekarang.

Apakah ada tantangan tersendiri menjadi seorang Audio Engineer?

Tantangan paling berat adalah harus siap mengerjakan genre musik yang paling dibenci. Hustle Hard!

 

haho media - audio engineer
Adria dalam event Hammersonic – foto instagram Adria

 

Seiring pengalaman Adria menjadi Audio Engineer baik untuk produksi musik di dalam studio hingga mengurusi perfomance berbagai musisi secara live di atas panggung, kendala apa yang biasanya terjadi?

Yang pasti adalah kendala teknis. Biasanya kita sudah tau trouble nya apa dan secara teori sudah tau solusinya, tapi terkadang mencari sumber kendala tersebut yang cukup memakan waktu.



Bagaimana tips Adria menghadapi persaingan dengan Audio Engineer lainnya yang pastinya memiliki ciri khas tersendiri?


Yang pasti harus up-to-date dengan perkembangan teknologi dan memperluas pergaulan di ranah musik dan audio, serta jangan menganggap sesama Audio Engineer sebagai saingan, akan tetapi sebagai kawan, karena dari situ kita bisa menyerap ilmu-ilmu baru dari mereka juga.

Apa yang harus dipersiapkan ketika berkarir sebagai seorang Audio Engineer? Misalnya, software tools apa yang direkomendasikan dan audio gear seperti apa yang sebaiknya digunakan?

Yang pertama harus disiapkan itu adalah passion dan kekuatan untuk kerja dari pagi ketemu pagi.

Kalo untuk software, yang paling nyaman dipake aja, karena saya dari awal sudah pakai Pro Tools, sampai sekarang pun saya masih pakai software tersebut dan menolak pindah ke yang lain.

Untuk gear, terutama speaker dan sound card, itu pun kembali ke selera, karena tidak selamanya gear menentukan hasil akhir. It’s about ear not gear. Sesuaikan dengan budget dan kebutuhan, dari situ akan berkembang dengan sendirinya. Juga jangan lupa untuk tetap up-to-date, karena perkembangan teknologi itu brengsek! (Perkembangan teknologi terus berjalan maju dan sangat cepat -red)  

 

haho media - audio engineer

Untuk #DoGeneration yang sedang memulai karir atau tertarik menjadi seorang Audio Engineer, adakah tips yang bisa dibagi?

Seperti yang saya bilang sebelumnya, “Keep the passion alive, open your mind, siapkan fisik dan mental untuk kerja pagi ketemu pagi, ini beneran lho… Teliti dalam setiap pekerjaan, pastikan semua aman. Terutama saat recording, pastikan kita mendapatkan hasil suara terbaik, tidak ada noise, suara peak, dan lain-lain. Karena apa yang sudah direkam itulah yang akan di mix, there’s no turning back, kecuali siap keluar biaya tambahan untuk rekaman ulang. Intinya buat saya, tetap tenang dalam bekerja, dari situ kita bisa melakukan yang terbaik dan mendapatkan hasil terbaik pula”.



Nah, gimana #DoGeneration? Tertarik untuk menekuni profesi Audio Engineer seperti Adria SarviantoKalau iya, maka mulailah dari sekarang ya, guys…start dengan klik button ini: Daftar di HAHO

Juga buat kalian yang membutuhkan jasa Audio Engineer bisa langsung kunjungi profile doi di sini: Adria Sarvianto

Sukses terus, Adria!

You might also like