Stefano Lilipaly, Timnas dan Rasa Nasionalis

Sosok Stefano Lilipaly menjadi sorotan oleh masyarakat Indonesia berkat prestasinya di laga AFF 2016.

Gelandang tim nasional (timnas) menjadi salah satu orang yang turut berjasa membawa Indonesia ke babak final AFF 2016 setelah ia menyumbang gol pada pertandingan melawan Vietnam dan Singapura.

Stefano Lilipaly, Gelandang Timnas Indonesia Sumber foto: Goal.com
Stefano Lilipaly, Gelandang Timnas Indonesia (Sumber foto: Goal.com)

Stefano Lilipaly adalah satu-satunya pemain naturalisasi di timnas Piala AFF 2016 ini. Tapi kiprahnya di Timnas dalam ajang AFF dimulai pada pertandingan Indonesia melawan Filipina, 14 Agustus 2013 lalu. Saat itu ia belum mencetak gol, namun hanya membuat satu assit ia sudah membantu Indonesia untuk menang dari Filipina dengan skor 2-0. Ia baru memecahkan rekor pertamanya pada Piala AFF 2016.

Stefano Lilipaly sudah bermain sepak bola sejak umur 7 tahun di klub amatir DCG. Dari situ ia pindah ke tim junior AZ Alkmaar lalu kemudian bergabung di tim junior FC Utrecht.

Ia menjadi salah satu pemain yang digaet Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam proyek naturalisasi pemain besar-besaran pada 2010 dan 2011. Pengalaman Lilipaly dirasa cukup menjanjikan. Ia pernah mewakili timnas Belanda U-15 hingga U-18. Ditambah lagi dengan pengalamannya bermain di tim junior AZ Alkmaar dan FC Utrecht.

Stefano Lilipaly

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelum ditarik PSSI, Stefano Lilipaly pernah mengungkapkan keinginannya untuk bisa bergabung ke dalam timnas. “Saya sudah memperkuat timnas Belanda dari U-15 hingga U-18, tapi kalau harus memilih, saya ingin membela tim nasional Indonesia,” ujar penggemar Andreas Iniesta ini.

Jiwa Nasionalis Lilipaly

Lilipaly lahir di Arnhem, Belanda, pada 10 Januari 1990. Ayahnya, Ron Lilipaly, merupakan orang Indonesia, sedangkan ibunya, Adriana, adalah warga negara Belanda. Ia mantap menjadi warga negara indonesia pada tahun 2011. Keputusannya untuk pindah warga negara tersebut tidak disesalinya, “Saya sangat bangga menjadi warga Indonesia,” ujar Stefano Lilipaly usai laga semifinal kedua Piala AFF di Hanoi, sama halnya dengan apa yang sering ia kemukakan dalam berbagai kesempatan.

Meski tak lancar berbahasa Indonesia, Lilipaly selalu berusaha menggunakan bahasa Indonesia dalam setiap kesempatan. Dilansir Kompas, Lilipaly keukeuh menggunakan bahasa Indonesia saat dirinya mengajak semua suporter menonton final dalam video yang ia buat. Bahkan saat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pertandingan dimulai, Lilipaly juga terlihat hapal dan penuh bersemangat.

stefano lilipaly

Keinginan Stefano Lilipaly membawa timnas Indonesia menjadi juara sangatlah besar, hingga hal itu terungkap dalam akun Instagramnya, “Inilah saatnya untuk membawa gelar juara itu untuk pertama kalinya ke INDONESIA. Untuk pertama kalinya dalam sejarah!!” tulisnya.

Babak final AFF 2016 melawan Thailand, akan digelar pada 14 dan 17 Desember 2016. Tidak hanya Lilipaly yang menginginkan juara, seluruh timnas dan seluruh warga Indonesia juga berharap kemenangan. Mengingat belakangan kondisi sepak bola Indonesia sedang tak menentu kemenangan Indonesia tentu akan jadi oase segar bagi seluruh warga Indonesia.


Baca juga: 

Mantan Atlet yang Kini Jadi Artis

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More