Tips Jadi Penulis Skenario Dari Para Profesional

Scriptwriter atau penulis skenario merupakan salah satu profesi yang memiliki peluang besar di Indonesia.

Hal tersebut tentu bukan ramalan, dengan pertumbuhan industri film yang semakin membaik dan sinetron yang masih digandrungi oleh penonton, semakin banyak penulis skenario handal yang dibutuhkan.

Tentu tidak hanya di dunia film dan sinetron, profesi penulis skenario juga terbuka lebar untuk FTV, sitcom ataupun di production house periklanan.

Di Indonesia sendiri banyak sekali penulis skenario handal yang karyanya sukses memukau penonton dan diakui kepiawaiannya di industri perfilman. Beberapa di antaranya adalah Jujur Prananto, orang dibalik cerita indah Petualangan Sherina dan Ada Apa dengan Cinta. Lalu ada Salman Aristo, penulis skenario film Jomblo, Sang Penari, dan Laskar Pelangi. Selain itu ada Titien Wattimena penulis skenario Mengejar Matahari, Love dan Tentang Dia.


(Baca Juga: Tips Membuat Konten Video Keren Ala Joko Anwar)


penulis skenario

Kalian #DOgenaration bisa, kok, seperti mereka. Bagaimana caranya? Apa sih yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis skenario handal? Simak, nih, tips menjadi penulis skenario dari para profesional:

1. Menulis skenario tidak harus mencari ide cerita sendiri

Menurut Jujur Prananto, menulis skenario tidak melulu harus ide sendiri, namun bisa juga dengan mengambil inspirasi dari novel, cerita rakyat atau lingkungan sekitar. Yang penting bisa memformulasikan cerita hasil adaptasi ke dalam skenario.

Tips menjadi penulis skenario.

2. Bangun karakter dalam skenario

Salman Aristo mengatakan hal paling pertama yang harus diperhatikan dalam penulisan skenario adalah membangun karakter. Karena skenario adalah berbicara lewat adegan, karakter yang jelas sangat penting untuk membangun emosi dan minat penonton.

 

3. Ide cerita harus berbentuk skenario

Ide cerita yang oke saja nggak cukup, tapi ide cerita yang kalian buat harus berbentuk skenario. Joko Anwar baru-baru ini membagikan link info lewat akun Twitter-nya tempat kamu bisa melihat contoh skenario, yaitu di www.script-o-rama.com

 

4. Belajar lewat buku dan atau kursus

Terus berlatih menulis agar skenario yang kita buat semakin bagus. Selain itu menurut Joko Anwar, kita perlu memperkaya diri dengan membaca buku penulisan skrip, ikut kursus atau workshop agar skenario yang kita hasilkan lebih segar dan inovatif.

 

5. Awali karir sebagai asisten penulis skenario

Untuk menabung pengalaman, menurut Jujur Prananto, kalian yang ingin menekuni dunia penulisan skenario juga bisa memulai karir sebagai asisten penulis skenario. Dengan banyaknya jam terbang, biasanya produser akan mempercayakan asisten penulis skenario untuk menulis cerita.

 

6. Punya jaringan ke industri perfilman dan pertelevisian

Jujur Prananto menambahkan, selain menguasai teknik menulis skenario kita juga harus menjalin hubungan baik dengan orang-orang di industri perfilman dan pertelevisian. Kenapa harus? Karena merekalah yang memiliki kuasa untuk menjadikan naskah penulis skenario bisa dituangkan ke dalam visual atau tidak.

 

Buat kalian #DOgeneration yang sedang menekuni profesi sebagai penulis skenario atau scriptwriter, langsung sign up ke HAHO untuk mendapatkan update terbaru seputar lowongan pekerjaan sebagai scripwriter.

 

Sumber: Kontan.co.id, muvila.

 

Baca Juga:

Kenalan Yuk Sama Pekerjaan Director of Photography!

Tips Produksi Film Pendek dengan Budget Rendah

Inilah 4 Sekolah Akting di Jakarta yang Harus Kamu Tahu!

You might also like