Ventriloquism di Indonesia: Ia yang Hampir Terlupakan

Perkembangan ventriloquism di Indonesia mungkin tidak sepesat kesenian lain. Namun sebenarnya ventriloquism tidak pernah terdengar karena sedikitnya pelaku seni yang terjun ke dunia ini. Apa sih ventriloquism?

Ventriloquism adalah seni suara perut, di mana seseorang berbicara tanpa menggunakan mulut dan tanpa menggerakkan bibir.

Pelaku seni ini disebut ventriloquist, dan biasanya mereka bertindak sebagai aktor tunggal dan menggunakan boneka saat melakukan aksinya.

Ventriloquism di Indonesia
Iwel dan Lewi (bonekanya) sebagai salah satu Ventriloquist di Indonesia (sumber: Youtube)

Ventriloquism di Indonesia mulai masuk pada jaman penjajahan Belanda. Namun aslinya, Ventriloquism sudah ada sejak abad ke 6 SM. Awalnya kegiatan ini digunakan untuk praktek keagamaan. Pada waktu itu, Ventriloquist dipercaya sebagai orang yang bisa berbicara dengan orang mati. Suara-suara yang dihasilkan dari suara perut itu diyakini sebagai suara-suara dari orang mati. Pada abad pertengahan, ventriloquism dianggap sebagai sihir. Baru pada abad ke-19 ventriloquism dikenal sebagai pertunjukkan panggung dan mulai bermunculan ventriloquist dunia, sehingga ventriloquism tidak lagi dipakai dalam praktik keagamaan.

Di zaman modern, ventriloquism lebih dikenal dengan seni hiburan panggung yang dipadukan dengan pertunjukan sulap dan acara TV. Tidak hanya hiburan, ventriloquism juga digunakan sebagai sarana edukasi dan promosi. Pertunjukan ventriloquist digemari mulai dari anak-anak sampai orang tua karena pada umumnya dibawakan dalam bentuk komedi.

Ventriloquism di Indonesia

Ventriloquism dibawa dan diajarkan oleh orang-orang Belanda saat awal masuk ke Indonesia pada masa penjajahan. Salah satu di antara tokoh ventriloquism Indonesia yang tersohor adalah Almarhum Marijoen V.M dengan boneka Koko-nya, lalu ada Gatot Sunyoto dengan boneka Tongki.

ventriloquism di indonesia
Gatot Soenjoto salah satu pelopor ventriloquism di Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gatot Sunyoto sempat belajar ventriloquism di New York pada tahun 1974. Sekembalinya ke Indonesia, Gatot terus belajar dari buku-buku sulap yang berkaitan dengan sulap suara. Di era 70 sampai 80-an ia menjadi pembawa acara anak-anak di Televisi Republik Indonesia. Ia selalu ditemani oleh Tongki, bonekanya yang sering melontarkan komentar-komentar lucu. Gatot selalu tampil total dengan menggunakan kostum sesuai karakter yang sedang dimainkannya. Pada tahun 2004, ia mendapat hadiah berupa buku tentang ventriloquist lengkap dengan kasetnya dari Bing Rahardja.

 

ventriloquism di indonesia
Ria Susan sering disebut mirip ventriloquist. Sumber foto: Tribunnews

 

 

 

 

 

 

 

Selain Gatot ada satu sosok yang disebut mirip ventriloquist, dia adalah Ria Enes dengan boneka Susan. Disebut mirip ventriloquist karena pada saat tampil ia lebih sering terlihat bergerak bibirnya saat Susan berbicara. Awalnya bisa dibilang Ria tidak sengaja berkecimpung di dunia ventriloquism Indonesia, karena karakter Susan ini dibawanya saat siaran radio. Dari hasil siaran radio, banyak sekali tawaran off air sampai akhirnya ia diundang ke acara-acara televisi.

 

Kemudian ada dunia ventriloquism Indonesia diramaikan oleh Budi HaHa dan Jerry Piko yang muncul di tahun 2000an . Budi HaHa awalnya mempelajari suara perut secara otodidak hingga akhirnya berhasil menyelesaikan Ventriloquism Course dari Maher School of Ventriloquism di Amerika Serikat. Di tahun 2001 ia mengambil program sertifikasi keahlian suara perut dari Ventriloquist in Training Program di International Festival di Illinois, Amerika.

Sementara Jerry beraksi dengan boneka Piko si burung, Brenda si kudanil dan Dennies si anjing. Sebenernya Jerry punya 10 boneka namun hanya tiga boneka yang dapat menarik perhatian publik.

Sejauh ini ventriloquism masih lambat perkembangannya di Indonesia. Hal ini mungkin teriadi karena berperan sebagai aktor tunggal yang piawai suara perut dan punya punch line komedi secara bersamaan terbilang sulit untuk dipelajari.

Kalau kamu kenal ventriloquist Indonesia (atau mungkin kamu salah satunya), segera daftarkan dirimu di HAHO, #DoGeneration!


Baca juga:

Suka Akting? Ayo Belajar dari Aktor-aktor Kelas Dunia Ini!

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More