Viky Sianipar: Menyatukan Batak dengan Musik Jazz

Konsistensi adalah kunci kesuksesan seorang talent creativetainment. Selain itu, mencari keunikan dari karya yang kita hasilkan akhirnya menjadi daya jual tinggi yang membuat seorang talent terus dicari oleh orang. Begitu pun yang dilakukan oleh seorang Viky Sianipar.

Bagi sebagian orang, musik dijadikan alat untuk memberi ketenangan jiwa, pelipur lara, pelepas penat, atau sumber inspirasi dan ada pula yang menjadikan musik sebagai mantraBagi Viky Sianipar, musik merupakan sebuah seni yang yang ia sukai sejak kecil. Kecintaannya terhadap musik, menjadikannya seorang musisi dan komposer unik nan berbakat Indonesia yang terkenal di dunia internasional.

Viky Sianipar
image source: divertone.com

Seperti apa cerita Viky Sianipar dalam kecintaannya terhadap musik, hingga terciptanya lagu Batak dengan genre World Music yang easy listening, modern namun tetap bermakna, sehingga terkenal di dunia internasional?

World Music yang kental dengan notasi nada tradisional.

Yang membuat seorang Viky Sianipar menjadi sangat diperhitungkan di kancah musik Indonesia berawal dari rasa keingintahuan Viky tentang notasi nada tradisional terutama Indonesia yang sangat beragam. Viky mencoba secara otodidak menggeluti genre World Music; yakni perpaduan antara musik tradisional dan modern terutama pada lagu BatakDi tangannya, terciptalah sebuah lagu Batak dengan genre World Music yang easy listening, modern, namun tetap bermakna.

World Music sendiri adalah istilah umum untuk kategori musik global, seperti musik tradisional atau musik rakyat dari sebuah budaya yang diciptakan dan dimainkan oleh musisi adat sehingga erat keterkaitannya dengan musik dari daerah asal mereka. Genre ini biasanya lebih mengandung lagu-lagu rakyat dari waktu lampau, misalnya sekitar 0-800 masehi atau jauh sebelum itu.

 

Viky Sianipar
image source: Youtube.com

Lalu gimana ceritanya hingga akhirnya ia menambatkan hati ke genre musik ini?

Dari Batak ke Musik Jazz Lalu Melanglang Buana

Bakat Viky sendiri terlihat saat ia berumur 5 tahun. Ia sempat membuat band sewaktu duduk di SMP. Tampil dari panggung ke panggung di tiap sekolah berbeda yang mengasah keahlian bermusiknya.

Rasa ketertarikannya terhadap alat musik Batak, semakin membuatnya ingin mendalami musik tradisional dari daerah tersebut. Setelah SMA, Viky pergi ke Amerika Serikat untuk menimba ilmu serta menambah wawasan. Tujuan awalnya adalah untuk mempelajari bahasa Inggris. Namun ia tak menyia-nyiakan kesempatan emas saat berada disana.

Viky Sianipar

Berbekal ilmu musik yang ia peroleh dari sekolah musik (YPM) dan Farabi, Viky menempa lagi skill bermusiknya pada salah satu musisi Jazz ternama George Cole. Setelah itu Viky sempat membentuk sebuah band cafe bernama MSA. Bersama MSA, ia melanglang buana dan menghasilkan sebuah album berjudul “Melangkah di Atas Pelangi” di bawah naungan label Universal Music. Namun setelah 5 tahun bersama, MSA band pun bubar.

Sejak saat itu Viky mulai tertarik dengan musik etnik. Ia pun mulai disibukkan kegiatan untuk composing musik tradisional dengan modern. Setiap hari Viky menggali serta mempelajari lebih dalam musik tradisional agar dapat menggabungkan notasi di kibornya dengan alat musik tradisional. Kecintaannya terhadap lagu tradisional batak membuat Viky ingin mempopulerkan lagu batak dengan aransemen modern yang easy listening, namun tetap bermakna.

“Mimpi Toba” yang menjadi nyata.

Viky mengawali debutnya musik etnik ini sebagai music director dalam sebuah acara peduli lingkungan ‘Save Lake Toba’ yang bertempat di Danau Toba, Sumatera Utara yang akhirnya menciptakan debut album perdananya dengan judul Toba Dream.

Walaupun genre World Music itu sendiri kurang menarik minat di kalangan generasi muda, namun hingga saat ini Viky tetap bersemangat mempopulerkan musik etnik khas Indonesia tersebut karena kecintaannya terhadap musik dari tempat ia berasal.

Kecintaannya dengan musik serta keinginannya mengenalkan lagu batak dengan aransemen yang easy listening membuat Viky terkenal di dunia internasional. Perjalanan begitu panjang yang dilaluinya ia anggap sebagai tempaan yang kokoh. Mengamati, mendalami, hingga mencari jalan keluar untuk masalah yang ia hadapi menjadikan dirinya berbeda. Lagu batak yang ia bawakan pun menjadi genre World Music dengan pembawaan yang easy listening tanpa mengubah esensinya. Sehingga Viky dikenal sebagai musisi yang mempopulerkan lagu batak hingga kancah dunia internasional.

Melanjutkan Mimpi Toba dari Musik ke Kuliner

Menjadikan passion-nya pundi-pundi uang yang bisa menghidupi dirinya, Viky tak berhenti hanya di bermain musik. Melalui usaha keluarganya sembari berupaya memperkenalkan lagu batak yang menjadi ciri khasnya kepada generasi muda, ia membuka sebuah resto bernuansa Batak dimana ia bermain sebagai musisi yang mengiringi pengunjung resto tersebut.

Viky Sianipar

TobaRock pun menjadi tema tour keliling Indonesia bertajuk lagu Batak serta pentas musik dalam Toba Dream Cafe yang digagas oleh Viky dalam upayanya menghadirkan musisi lintas suku.

Viki Sianipar

Inspiratif ya #DOgeneration, melihat usaha seorang putera negeri yang begitu mencintai budaya dan asal usulnya sehingga menjadikan hal itu kekuatan dirinya dan berhasil membuktikan ke dunia. 

Kira-kira apa yang akan kalian usung untuk negeri kita tercinta ini dengan semangat dan passion kita dalam berkreasi?

***

Untuk kamu yang ingin melihat langsung profil lengkap atau ingin berkolaborasi langsung dengan Viky Sianipar, buka link di HAHO.CO.ID ini ya: Talent Profile Viky Sianipar

 

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More