Mitos dan Fakta Dubbing yang Kamu Harus Tahu

Dubbing atau sulih suara mulai dipakai di layar kaca ketika TVRI menyiarkan serial Barat, Issaura dan Little Missy di akhir tahun 1980an.

Namun jumlah orang yang menekuni dubber masih sedikit kala itu.

Profesi dubber (penyulih suara) mulai tersohor di Indonesia sejak kemunculan film serial, telenovela, kartun, drama korea dan dokumenter produksi luar negeri di ranah pertelevisian Indonesia pada tahun 90an. Sebut saja Doraemon, Candy Candy, Siluman Ular Putih, Maria Mercedes dan Marisol adalah beberapa judul yang menggunakan jasa dubber. Sampai sekarang, film serial Asia dan Amerika Latin yang menghiasi layar kaca ditayangkan dengan dubbing. Jumlah orang yang berprofesi sebagai dubber juga semakin meningkat. Bahkan banyak artis Indonesia yang mulai merambah profesi dubber ini.

Berikut mitos dan fakta dubbing yang harus kamu tahu:

1. Seorang dubber harus memiliki suara bagus

Ini mitos dubbing! Modal utama menjadi dubber adalah suara. Seorang dubber tidak dituntut memiliki suara bagus, karena ada banyak sekali peran yang membutuhkan jasa dubber. Dan tidak semua dari peran itu membutuhkan suara bagus, banyak juga yang butuh suara pas-pasan. Yang penting dubber harus bisa meniru sesuai karakter yang dimainkannya.

2. Dubber harus jago berekspresi

dubbing

Fakta! Yup, seorang dubber harus jago berekspresi sesuai dengan karakter yang mereka bawakan. Kenapa ini sangat penting? Seorang dubber yang ekspresif mampu membuat film yang sudah diterjemahkan menjadi menarik dan tidak melenceng dari film aslinya.


Baca juga: Selain Dubber, Ini Dia Profesi Voice Over dalam Industri Creativetainment 


3. Dubber harus berlatih olah rasa

Fakta! Menghayati peran adalah modal yang nggak boleh diabaikan. Selain melatih karakter suara, dubber juga harus berlatih olah rasa dengan cara konsentrasi untuk menyelami karakter yang sedang dimainkan sehingga emosi-emosi yang keluar juga akan lebih hidup. Karena akan terlihat perbedaannya mana dubber yang sekedar membaca mana yang menghayati cerita dalam naskah. Salah satunya bisa kamu lihat di video berikut ini (sumber: Youtube Viva.co.id)

 

4. Kalau sudah jago akting pasti bisa jadi dubber

Ini mitos dubbing! Meskipun seorang dubber dituntut harus bisa akting, tapi tidak semua aktor bisa jadi dubber. Karena kembali lagi ke karakter si tokoh yang akan di-dubbing, tidak semua aktor bisa dan jago melafalkan intonasi berbeda dari kesehariannya. Meskipun pekerjaan dubber kelihatannya gampang, tapi saat dilakukan dubbing ini sulit sekali.

5. Dubber harus punya keahlian lain diluar akting

Pada dasarnya satu ilmu akan lebih bagus jika dilengkapi dengan ilmu-ilmu lainnya. Seperti halnya di dunia dubbing, seorang dubber, selain harus piawai berakting akan menjadi nilai plus jika ia bisa bernyanyi. Tentunya kepiawaian bernyanyi ini dengan maksud menunjang karakter yang sedang ia mainkan.

Setelah membaca mitos dan fakta seputar dubbing, udah cukup bikin kamu tertarik untuk terjun ke dunia dubbing? Sign up di HAHO untuk membuka kesempatan kalian mendapat tawaran job sebagai dubber!


Baca di sini:

6 Tips Latihan Jadi Dubber yang Gak Bikin Repot

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More