Teknik Dasar Akting Ala Andy Permana

“Teknik dasar akting kadang diabaikan, padahal hal tersebut penting dilatih jika kalian benar-benar mau serius terjun ke dunia akting.”

Akting, sama halnya dengan keahlian lain, merupakan kemampuan yang bisa dilatih. Siapapun bisa menjadi aktor atau aktris yang sukses. Tapi untuk mencapai kesuksesan itu tentunya ada proses yang panjang dan latihan yang tidak sebentar.

Selain itu yang harus diperhatikan adalah kita harus belajar akting dengan benar. Caranya dengan mempelajari teknik dasar akting. Andy Permana, Founder, CEO HAHO sekaligus mantan aktor yang sudah malah melintang di dunia iklan dan film membagi teknik dasar akting yang harus kamu pelajari:

Andy Permana, Founder dan CEO HAHO

1. Uplift your own character

“Akting itu bukan mengubah diri menjadi karakter orang lain, tapi gimana caranya karakter yang diminta dalam sebuah produksi memang dimiliki di karakter kita, lalu dikembangkan lagi,” buka Andy Permana memberi penjelasan tentang teknik dasar akting.

Pada dasarnya manusia memiliki karakter yang unik, dan bisa memainkan karakter lain. Caranya adalah dengan melakukan observasi, lalu “meramunya” ke dalam karakter yang kita punya.

“Observasi (itu) bukan niru, ya…Akting itu menonjolkan karakter yang diminta. Jadi (karakter yang kita kembangkan) nggak harus sama dengan aktor lain, bahkan nggak boleh sama! Kita harus nunjukkin keunikan kita sendiri,” jelas Andy.

(keterangan video: Andy Permana dalam iklan FIFASTRA: Dari Jualan Jadi Juragan)

2. Melihat, mengamati dan mengalami

Akting tidak sekedar membaca skrip tapi juga dengan ekspresi serta aksi reaksi berakting. Atau istilah lainnya adalah di sini dan sekarang.

“Melihat, mengamati dan mengalami (adalah) salah satu teknik akting yang menuntut aktornya untuk menggunakan semua indera dan mengimplementasikan dalam sebuah gerak gerik. Misalnya, nih, ada akting yang mengambil scene di pegunungan. Tanpa harus berbicara, si aktor ini misalnya membuka kacamata karena di gunung berkabut dan kacamatanya berembun, atau dia mendekap kedua tangannya karena di gunung cuacanya pasti dingin…hal-hal seperti itu harus banyak dilatih juga,” paparnya.

3. Skrip tidak untuk dihapal!

Kadang banyak aktor yang masih memakai teknik akting dengan menghafal seluruh naskah. Menurut Andy hal ini adalah kebiasaan yang salah.

“Skrip atau naskah itu tidak untuk dihapal tapi kita harus membiasakan untuk membedah skrip dengan cara membaca sekeras-kerasnya untuk melatih artikulasi dari kata-kata yang susah. Kedua, melatih arti tanda baca di situ. Ketiga, mana yang harus ditekankan untuk mencari motivasi dari setiap scene. Kenapa? Karena pada saat menghapal, (lalu) pas (berada) di set kamu lupa caranya dialog tertentu, ya kamu bakal lupa next dialognya. Cara lain adalah dengan membedah dan mendengarkan lawan main,” terangnya.

Ia menambahkan yang perlu diketahui, pada saat reading atau latihan akting, yang dilatih itu hanyalah blocking, jadi posisi kita berdiri, bukan cara berbicara, cara memanggil, atau cara makan. Tapi ekspresi fisikal itu akan keluar dengan sendirinya pada saat berbicara.

4. Akting nggak harus dengan dialog

Akting dilakukan dengan atau tanpa skrip. Pada saat diam, seorang aktor juga dituntut untuk berakting. “(Saat) diam itu mata kita nggak boleh kosong, ini teknik dasar akting yang harus bisa dilakukan calon aktor. Misalnya kita sambil memikirkan sesuatu tentang lawan bicara kita atau bermonolog. Pada saat kita berekspresi tanpa dialog, bukan berarti kita harus diam tapi (kita juga) harus bicara dalam hati jadi nggak kelihatan ‘kosong’, ” urai Andy.

Emma Stone dan Ryan Gosling berakting di film La La Land

5. Belajar pre-occupation

Melakukan sebuah tindakan sambil berdialog di beberapa kesempatan sangat dibutuhkan saat berakting. “Melakukan tindakan sambil berdialog itu nggak boleh lepas atau nggak boleh berhenti, karena kita bisa lupa. Dan memang ini susah karena butuh konsentrasi. Misalnya kita beradegan membuat kopi sambil ngedumel marah. Gimana caranya saat ngedumel kita nggak salah masukin kopi yang (akhirnya) bikin kita hilang konsentrasi,” tuturnya. Hal ini bisa dilatih dalam kehidupan sehari-hari saat melakukan kegiatan sambil bermonolog.

6. Skrip adalah roh

Skrip atau naskah yang kita terima itu idealnya nggak boleh hilang atau salah sedikit pun. Karena skrip adalah roh dari sebuah film atau produksi apapun yang sedang kalian kerjakan.

“Improvisasi boleh, asal kita ijin sama yang punya, yaitu penulis naskah dan tentunya dengan persetujuan sutradara. Itu pun nggak semua bisa diimprovisasi. Lumrahnya improvisasi itu blockingan. Kalau mau improvisasi boleh saja, asal kita sudah terlatih dan memiliki jam terbang yang lumayan cukup. Jadi pergerakan yang kita buat tidak membuang waktu set saat syuting, tapi malah membuat lebih bagus scene yang ada,” terang Andy lagi.

7. Akting jangan takut terlihat jelek

“Terkadang banyak cowok atau cewek yang takut terlihat jelek saat akting. Akting itu tentang jujur, tulus, sederhana dan jangan meniru orang lain. Semakin terlihat natural semakin bagus, kalau lagi marah masa mau dicantik-cantikin?” ujar Andy.

Ia menambahkan, sebelum akting sebaiknya kita membiasakan diri untuk melakukan pemanasan, melakukan sun face dan moon face atau senam otot muka, supaya semua teknik dasar akting yang kita pelajari bisa dilakukan dengan baik. “Di saat orang rileks, semua yang keluar juga jadi nggak kaku. Itu fungsinya pemanasan,” tutupnya.


You might also like