5 Kesalahan dalam Digital Painting yang Gak Kamu Sadari

Bagi kamu yang hobi menggambar, pasti nggak ketinggalan dengan teknologi terbaru yaitu digital painting.

Umumnya sih untuk digital painting, pasti kamu punya tools, seperti Wacom Tablet, Corel Painter, Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop.

Kalau kamu sudah memiliki semuanya, gampang nih untuk kamu mengembangkan skill agar lebih profesional dalam bidang digital painting.

Tapi, kira-kira kamu pernah melakukan 5 kesalahan digital painting ini nggak ya ketika menggambar? Yuk cek semuanya, HAHO akan kasih tahu ke kamu caranya juga nih yang dilansir dari Tutsplus!

1. Terlalu kecil atau terlalu besar dalam menentukan ukuran canvas

Hasil gambar dari digital painting yang baik, datang dari hal-hal yang simpel termasuk dalam menentukan ukuran canvas. Maka dari itu, kamu harus tahu terlebih dahulu apa itu ukuran canvas, image, dan resolusi gambar.

Ukuran canvas adalah ukuran bidang edit, seperti kanvas pada lukisan. Sedangkan, ukuran image adalah ukuran objek yang akan diedit, seperti objek gambar pada lukisan. Jika image yang dihasilkan terlalu besar dan keluar batas canvas, maka kamu bisa memperbesar ukuran bidang canvas, sedangkan ukuran image tidak akan berubah.

 

HAHO - perbedaan image size dan canvas size
Perbedaan antara image size dengan canvas size

Nah, hal ini berkaitan dengan kesalahan yang sering dialami oleh para pemula. Yaitu, menggunakan ukuran canvas yang hampir sama dengan resolusi dari layar komputer. Masalahnya, layar resolusi setiap komputer itu berbeda.

HAHO 5 kesalahan dalam digital painting
Perbandingan gambar yang menggunakan resolusi serta ukuran berbeda (sumber: tutsplus)

Ingat, resolusi yang besar tidak selalu sama artinya dengan layar yang besar. Contohnya saja smartphone kamu yang memiliki banyak jumlah pixel namun tetap sesuai dengan ukuran layar smartphone dibandingkan dengan yang terlihat di PC. Perhatikan gambar di atas:

1. Ukuran yang sama, dengan resolusi yang berbeda. Gambar di sebelah kiri memiliki resolusi yang lebih besar dibandingkan sebelah kanan.

2. Ukuran yang berbeda, dengan resolusi yang sama.

Jadi, intinya adalah ukuran canvas tidak berpengaruh terhadap kualitas gambar. Justru yang perlu kamu perhatikan adalah ukuran resolusi pada gambar. Semakin besar resolusi gambar, semakin besar jumlah pixelnya. Bayangkan, ini akan membuat detail gambar semakin sempurna!

Ini trik kerennya: Ketika kamu menggambar hal-hal yang berukuran kecil dengan  resolusi yang besar, meskipun tidak terlihat rapi, gambar tersebut akan tetap terlihat sempurna jika dilihat dari kejauhan (misalnya saat zoom out).

2. Menggunakan background berwarna putih

Memilih latar belakang berwarna putih dinilai aman dan dianggap warna yang netral. Namun, kenyataannya hal ini tidak selalu benar.


“Loh? ‘Kan warna putih bisa nentuin warna gambar lebih gampang?”


Sebenarnya tidak ada warna netral, justru penggunaaan warna putih membuatmu sulit untuk menentukan warna yang tepat. Hal ini dikarenakan warna putih akan membuat semua warna akan terlihat lebih gelap.

HAHO 5 kesalahan dalam digital painting
Perbandingan warna gambar dengan latar belakang warna berbeda (sumber: tutsplus)

Dalam digital painting, warna yang setidaknya dinilai “netral” adalah abu-abu terang 50% (#808080). Kenapa? Karena warna ini akan mengubah sudut pandang kamu dalam melihat warna-warna lain. Pada latar belakang putih, corak warna gelap akan berkesan terlalu gelap. Sedangkan pada latar belakang hitam, corak warna akan telihat terang.

Bagi yang sudah berpengalaman, mungkin dapat menggunakan warna apapun, tapi bagi pemula, penggunaan warna yang netral – tidak terlalu gelap dan terlalu terang adalah pilihan aman.

3. Menggunakan bermacam-macam jenis brush 

Sebagai pemula dalam digital painting, biasanya akan antusias dengan berbagai macam jenis brush. Pasti kamu akan download banyak jenis brush sebanyak yang kamu inginkan. Ditambah lagi, penggunaan custom brush akan memudahkan proses gambar dan lebih cepat selesai. Misalnya, saat kamu ingin menggambar detail rambut atau bulu pada hewan. Maka kamu akan mencari custom brush untuk itu.

HAHO 5 kesalahan dalam digital painting 3
Penggunaan jenis brush yang terlalu rumit membatasi kamu untuk mengetahui efek-efek dalam digital painting (sumber: tutsplus)

Sebenarnya, tidak ada salahnya jika menggunakan macam-macam brush, namun dalam jangka panjang, penggunaan custom brush dapat membuat kamu malas untuk mengembangkan skill menggambar. Mungkin kamu akan senang mengoleksi berbagai macam brush karena hal ini mendukung pengerjaan gambar akan lebih cepat selesai, namun akibatnya kamu akan manja dan berhenti untuk belajar.

Para seniman profesional menggunakan brush yang sederhana, dengan tujuan untuk melatih diri mereka mengembangkan skill dengan gambar dan detail yang semakin hari kemungkinan semakin rumit. Misalnya, jika ingin menggambar helai rambut, mereka menggunakan brush yang standar, caranya? Nah, kamu tidak akan pernah tahu ‘kan caranya jika kamu terus menggunakan custom brush. Masuk di akal ‘kan?

Keuntungannya kamu akan lebih tahu teknik-teknik menggambar, serta handal untuk efek-efek tertentu hanya dengan menggunaan brush sederhana. Pastinya kamu akan  selangkah lebih depan, bukan?


Baca juga: 4 Sekolah Animasi Terbaik di Indonesia


4. Menggunakan banyak warna yang sudah tersedia 

Penggunaan banyak warna yang dimaksudkan di sini adalah ketika kamu membuat gambar dengan memilih warna sesuka hatimu, entah itu biru, hijau, merah, maupun kuning. Kamu akan memilih semua warna yang menurutmu cocok digunakan pada gambar.

Satu hal yang harus kamu ingat, kamu adalah seniman di dunia digital. Ubah perspektif kamu tentang warna, kamu tidak memilih banyak warna yang sudah ada, namun kamulah yang menciptakannya! Kamu harus memahami apa itu hue, saturation, brightness, dan value. Warna merah misalnya, jika kamu ingin membuatnya lebih terang, kamu bisa mengatur brightness tanpa perlu mengganti warna lain.

Kebiasaan ini berguna untuk kualitas gambar yang kamu hasilkan, dari warna yang kamu ciptakan, kamu akan mendapatkan efek yang kamu inginkan dengan harmonisasi warna yang tentunya bagus!

Sebagai contoh, lihat perbandingan gambar berikut ini!

HAHO 5 kesalahan dalam digital painting 4
Bagaimana para pemula melihat warna (sumber: tutsplus)

Para pemula akan melihat warna seperti ini:

1. Blues
2. Muddy Blues
3. Grays
4. Blacks

HAHO 5 kesalahan dalam digital painting 5
Bagaimana para profesional melihat warna (sumber: tutsplus)

Sedangkan inilah yang akan dilihat oleh para profesional!

1. Desaturated Blues
2. Saturated Blues
3. Bright Blues
4. Dark Blues

Nah, penting ‘kan untuk tahu lighting, shading, dan blendingTapi, kalo kamu masih bingung, untuk permulaan kamu bisa coba dengan warna grayscale untuk mempelajari semuanya.

5. Menggunakan warna langsung dari gambar yang akan dijadikan referensi

Biasanya agar tidak memakan waktu memilih warna, seringkali lebih mudah menggunakan eyedropper tool dan menyamakannya dengan gambar yang akan kamu buat. Hal ini berhubungan dengan poin sebelumnya, bahwa tidak disarankan untuk sering menggunakan eyedropper tool.

Kembali lagi ke pengembangan skill, ketika kamu menggunakan tools, kamu hanya akan dimudahkan pada satu kondisi yang kamu butuhkan. Namun, kamu akan kesulitan menemukan gradasi warna terdekat dengan warna tersebut jika ingin menggunakannya lagi di lain waktu. Maka, kembali ke poin nomor 4, kamu harus memahami apa itu huesaturationbrightness, dan value.

***

Nah, 5 hal yang dasar ini seringkali terlupakan ya #DoGeneration. Padahal ketelitian, detail, serta penggunaan tools juga harus digunakan secara cermat. Jadi, sudah siap menggambar lagi sekarang?

Jangan lupa sign up ya di HAHO.CO.ID, dan sertakan karyamu sebagai portfolio, siapa tahu ada yang butuh jasamu!


Baca juga: 

Menggambar Karakter Kartun dengan Berbagai Posisi dan Ekspresi

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More