Sound Editor atau Sound Engineer? Ternyata Ini Bedanya!

Sound editor memegang peranan yang sama pentingnya dengan video editor dalam sebuah produksi iklan ataupun film.

Semua aspek suara dalam sebuah produksi iklan dan film adalah tanggung jawab sound editor. Dalam alur kerjanya, profesi ini bekerjasama dengan sutradara dalam merumuskan visi misi yang akan diangkat dalam sebuah produksi, lalu kemudian mereka akan mengimplemetasikannya dalam bahasa suara.

Ada perbedaan pekerjaan sound editor yang bekerja di agensi periklanan dengan film, perbedaan yang mencolok adalah tanggung jawab pekerjaan. Hangga Paty Kusuma, sound editor yang sudah malang melintang di dunia agensi periklanan selama 5 tahun membeberkan perbedaan keduanya.


Baca di sini: 4 Tips Menjadi Sound Editor Handal Ada di Sini


“Sebenarnya namanya sama, tapi tergantung berada di bidang apa. Kalau sound engineer dan sound editor di dunia periklanan beberapa job itu dikerucutin jadi satu peran atau satu orang. Kalau di film, apalagi standar Hollywood divisi audio itu ada beberapa tahapan, ada Head Sound Design, di bawahnya ada sound editor mixing, ada yang bagian edit sound dialog dan lain-lain,” papar Hangga saat berbincang dengan HAHO. “Kalau gue di iklan disebutnya sound engineer dan sound editor atau ‘jongos audio’ juga boleh,” timpal Hangga beriring tawa.

Hangga Paty Kusuma sudah menekuni dunia sound editor sejak 5 tahun terakhir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbedaan lain adalah tenggang waktu yang dimiliki oleh sound editor di periklanan dan film. Bekerja dari deadline ke deadline adalah pola lumrah yang dilakoninya.

“Kalau iklan flow-nya cepet banget deadline bisa cuma 3 hari saja, tentu beda banget sama mereka yang kerja di film yang deadline-nya agak panjang karena durasinya kan memang panjang bisa dua jam lebih. Kalau di iklan beberapa menit aja kan,” jelas Hangga.

Namun begitu mereka dituntut untuk selalu mendahulukan kualitas serta kreativitas. Menurut Hangga, kedua untuk kualitas adalah harga mati kalau mau bertahan di industri ini, sementara kreativitas bisa terus digali lewat latihan dan jam terbang.

“Pada dasarnya sound editor atau sound engineer itu harus bisa membuat mood iklan jadi lebih hidup atau ngebantu biar lebih chic tentunya ini turunan dari konsep yang udah kita tetapin di awal. Kalau di film biasanya dia ngebuat sound effect sendiri atau men-design sound sendiri kalau di iklan ada yang kita desain sendiri ada juga yang kita ambil dari sound library tergantung kebutuhannya. Tapi biarpun kesannya kita tinggal ngambil dari library, gimana dengan deadline yang mepet kita bisa gunain kreativitas kita agar kualitas kerjaan kita bagus, nah itu serunya,” pungkasnya.

Nah, gimana #DoGeneration udah lebih tahu tentang pekerjaan sound editor kan? Tertarik sama profesi ini atau sedang menekuni dunia creativetainment secara umum? Yuk gabung di HAHO.co.id.

 

You might also like