4 Tips Menjadi Sound Editor Handal? Baca Di Sini

Mau jadi sound editor? Simak nih tips menjadi sound editor handal dari orang yang sudah berpengalaman di bidangnya!

Setelah mengenali pekerjaan sound editor, sekarang kalian pasti bertanya-tanya lantas apa saja, nih, yang harus dilakuin kalau mau menekuni dunia tersebut?

Berikut HAHO merangkum tips menjadi sound editor handal yang wajib kamu tahu!

1. Passion

Dalam setiap pekerjaan apapun yang ingin kita tekuni, passion adalah hal utama yang harus kita miliki. Passion menggerakkan kita untuk mencari tahu dan terus belajar tentang dunia audio. Baik itu belajar secara otodidak ataupun belajar lewat kursus dan sekolah-sekolah musik. Begitu pun dalam tips menjadi sound editor handal, passion adalah kunci!

2. Kuping yang peka dan mengerti tahu frekuensi

Hangga Paty Kusuma, cowok yang sudah menekuni dunia sound editor selama 5 tahun belakangan ini mengatakan indra pendengar jadi modal utama selain passion. Selain itu, kita harus paham benar dengan frekuensi.

“Cara ngelatih indera ini gampang sebenarnya, lo jangan keseringan dengerin lagu atau apapun yang bajakan, dengerin audio yang bagus yang high-end. Sama banyak denger lagu ini buat jadi referensi bunyi,” terang Hangga saat berbincang dengan HAHO

Kalau dulu, Hangga melatih diirnya sendiri dengan mendengarkan macam-macam frekuensi dari CD. “Gw dulu punya CD macam-macam frekuensi ada yang low, high, bahkan signal tone yang cuma bunyi tut panjang doang. Emang kayak orang gila, sih, waktu itu, satu jam cuma dengerin itu aja. Atau kalau mau gampangnya, banyak-banyak dengerin hasil rekaman yang bagus,” timpalnya lagi. 

Hal tersebut akan bermanfaat di saat kita terjun mixing, kita akan tahu menghasilkan hasil mixing yang bagus seperti apa. Karena referensi yang bagus dan beragam akan sangat mempengaruhi karya kita. 

Hangga Paty berbagi tips menjadi sound editor handal buat kalian yang ingin terjun ke dunia sound editor.

3. Mengenali “senjata” saat mixing

Kita mesti mengenal alat yang digunakan saat mixing, dari mulai monitor sampai audio speaker

“Kita harus update semua alat yang kita gunain, bisa dengan browsing audio high-end itu seperti apa, speaker-nya pake yang mana. Nah, dari situ kita kan baca spesifikasinya, low dan high-nya, paling nggak kita tahu gambarannya,” jelas Hangga. 

Nggak perlu sampai langsung membeli alat kalau kita ingin mempelajari, kita bisa mencari speaker yang low cost tapi frekuensinya mendekati. Jadi saat kita mixing dengan alat yang bagus hasil karya kita akan semakin bagus.

4. Latihan, latihan, latihan

Percuma belajar teori tanpa diaplikasikan dengan benar dan sering. Mau jadi sound editor handal? Jangan sepelekan latihan

“’Practice makes perfect’ itu memang benar banget. Karena kita memang harus coba, harus latihan, urusan jadi yang jago atau nggak, itu (persoalan) jam terbang aja, kok,” terang Hangga. 

Ia menambahkan, dunia audio tidak terbatas dan tidak bisa dibatasi dengan istilah bagus atau tidak. Karena audio adalah imajinasi, berbeda dengan visual yang bisa kita lihat dalam bentuk goresan tangan, komposisi warna dan komposisi bentuk. Audio saat didengar oleh orang bisa membuat pendengarnya berimajinasi. 

“Imajinasi itu kan beda-beda. Ada yang tenang, bad mood, marah dan lain-lain. Nah, sekarang gimana caranya kita bisa bermain-main untuk mempengaruhi mood pendengarnya itu,” tandasnya. 

***

Buat kalian #DoGeneration yang sedang menggeluti dunia sound editor dan mau sharing tips menjadi sound editor handal bisa langsung join ke HAHO, ya!

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More