5 Komposisi Gambar Teknik Sinematografi untuk Video yang Lebih Oke

Apakah kamu seorang penggiat film? Jika ya, kamu pasti tahu ‘kan kalau teknik sinematografi adalah seni bercerita lewat bentuk visual?

Dalam sinematografi kamu harus memperhatikan komposisi gambar yang tepat. Dengan menguasai beberapa aturan dasar teknik sinematografi, kamu bisa menjadi sinematografer yang handal.

HAHO merangkum 5 komposisi dasar teknik sinematografi yang bakal bikin setiap video kamu terlihat lebih oke! Yuk, kita simak!

Atur penempatan objek gambar dengan Rule of Third

Rule of third adalah teknik sinematografi yang digunakan untuk menempatkan objek secara indah. Dengan rule of third, frame kamu akan terbagi menjadi sembilan bagian. Pembagiannya adalah dengan dua garis imajiner yang memotong frame secara vertikal serta dua garis secara horizontal. Hasilnya adalah grid 3×3 yang masing-masing kotaknya berukuran sama. Nah, di titik-titik perpotongan inilah objek gambar ditempatkan. Untuk lebih jelasnya kamu bisa lihat pada gambar di bawah ini!

HAHO - contoh aturan komposisi gambar teknik sinematografi rule of third
Rule of third membagi framing ke dalam sembilan bagian. Sumber: Ipoxstudio.com

Tujuannya adalah agar frame gambar menjadi beraturan. Jadi, frame yang kamu ambil terlihat indah dan enak dilihat. Selain itu, dengan menempatkan objek berdasarkan titik-titik tertentu, objek gambar tidak berada terlalu ke pinggir kanan maupun kiri, namun juga tidak membosankan karena berada di tengah frame.

Atur komposisi ruang kepala dengan Head Room

Seperti namanya, tujuan dari teknik sinematografi yang satu ini adalah untuk memberi ruang di atas kepala objek gambar. Tidak perlu banyak-banyak, cukup luangkan 20-30% dari total lebar frame secara vertikal.

HAHO - Contoh penggunaan komposisi gambar teknik sinematografi head room di film Iron Man
Penggunaan head room memberikan ruang bagi kepala objek dalam video. Sumber: Design Bolts

Dengan melakukan teknik ini, objek gambar terlihat memiliki ruang gerak yang cukup di atas kepalanya. Kalau tidak ada head room, objek yang ada di gambar kamu akan terlihat keluar batas dari frame gambar. Akibatnya, gambarmu akan memberikan efek yang terkesan sempit.


Baca juga: Tips Memotret Aksi Panggung dengan Smartphone


Beri arah tatapan lewat Looking Room/Nose Room

Jika ruang bagi head room dihitung secara vertikal, maka looking room adalah ruang yang dilihat secara horizontal. Looking room adalah cara untuk memberikan ruang yang cukup bagi objek gambar mengarahkan pandangannya. Harus selalu ada ruang lebih di arah pandangan mata dibandingkan di sisi sebaliknya. Komposisi ini disebut juga sebagai nose room, biasanya digunakan dalam adegan dialog antara dua tokoh.

HAHO - Komposisi gambar teknik sinematografi looking room
Arah pandangan mata adalah salah satu hal yang diperhatikan dalam mengatur komposisi gambar. Sumber: Video 101 Course

Kenapa looking room harus ada? Pertama, untuk memberikan gambaran bagi penonton bahwa ada interaksi di antara objek gambar. Kedua, memberikan kesan seimbang antara letak tubuh dan arah pandangan objek gambar. Yang terakhir tentu saja untuk menghindari objek gambar terlihat seolah menabrak dinding frame.

Manfaatkan objek sekitar untuk Natural Framing

Jika kamu ingin menempatkan orang di tengah, namun tetap ingin gambarmu terlihat padat, kamu bisa gunakan natural framing. Artinya, kamu bisa memanfaatkan benda alami sebagai border atau pembatas frame. Seperti pohon, cabang, rumput tinggi, bunga, batu, dan unsur lainnya di alam. Jika tidak, benda arsitektur seperti jendela, pagar, bahkan dinding bisa kamu manfaatkan, lho!

HAHO - Natural framing di film Dunkirk
Film ‘Dunkirk’ karya Christoper Nolan banyak menggunakan teknik sinematografi dengan komposisi natural framing dalam filmnya. Sumber: YouTube

Ketika menggunakan natural framing, objek gambar biasanya ditempatkan di tengah frame. Cara pengambilan objek ini cocok jika sang sutradara mau menangkap perhatian penonton secara cepat.

Memanfaatkan garis untuk leading lines

Apakah kamu pernah mengambil gambar yang berbentuk garis panjang? Jika kamu bingung mengakalinya, maka teknik leading lines bisa kamu gunakan. Leading lines adalah garis dalam gambar yang mengarahkan mata dari satu titik pada titik lain pada gambar melalui satu garis lurus yang dibuat diagonal.

HAHO - teknik sinematografi leading lines
Garis-garis yang terbentuk natural bisa dimanfaatkan dalam membentuk komposisi yang menarik. Sumber: YouTube

Banyak objek yang bisa kamu manfaatkan menjadi leading lines. Pagar, jembatan, bahkan garis pantai bisa kamu bingkai dengan memanfaatkan garis yang ada. Biasanya garis pada gambar tersebut akan membentuk segitiga. Penggunaan leading lines yang tepat akan membuat gambarmu semakin oke!

***

Itulah 5 aturan komposisi dasar pada teknik sinematografi yang bisa kamu pelajari. Jangan lupa untuk langsung mempraktikkan teknik-teknik tadi, agar kamu juga semakin jago untuk membuat video yang keren.

Oh ya, buat kamu yang punya bakat sinematografi yang oke, daftarkan diri kamu di  HAHO.CO.ID dan bergabung dengan talenta-talenta hebat lainnya!


Baca juga: Tips Fotografi Landscape yang Harus Kamu Perhatikan!


 

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More