Youtube 101: Tips Bikin Youtube Kamu Viral!

Siapa dari kamu #DoGeneration di industri creativetainment yang masih sebatas niat mau membuat video viral?

Kalau sudah ada niat jangan tunda lagi untuk membuat karya. Membuat video Youtube bisa terbilang mudah, namun membuatnya menjadi viral yang tak mudah. Karena berdasarkan data dari Syndacast Project, video akan menyumbang traffic internet sebesar 74%. Angka ini lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena itu persaingan kamu bakal lebih ketat ke depannya.

 

Buat kamu yang belum atau sedang menggeluti karirnya sebagai content creator video YouTube, simak nih, tips agar video YouTube viral:

1. Thumbnail

Pastikan kamu menyiapkan thumbnail menarik yang menggambarkan secara singkat tentang isi video.

 

2. Perhatikan 15 detik pertama

Penonton akan tetap ada di channel YouTube kamu atau tidak hanya di 15 detik pertama. Kalau kamu terlalu bertele-tele atau tidak memiliki gimmick menarik, mereka akan dengan cepat mengganti tab di layar mereka. So, perhatikan betul bridging yang akan kamu bawakan.

 

3. Judul video dan metadata

screen-shot-2016-10-19-at-2-11-40-pm

 

Sering nggak lihat video yang judulnya ala kadarnya atau nggak sesuai dengan video? Jangan pernah sepelekan judul dan metadata. Buat judul semenarik mungkin namun tetap sesuai dengan konten video yang kita angkat. Metadata juga dibuat lebih lengkap. Hal ini akan memudahkan videomu dicari orang dan secara SEO juga mudah ditangkap oleh mbah Google.

 

4. Durasi singkat

Idealnya sebuah video di YouTube hanya 5 menit. Biasanya ada juga yang sampai 10 menit, asal dengan catatan isi videonya menarik. Kenapa harus singkat? Karena sifat pengguna internet adalah cepat bosan, mereka punya banyak pilihan untuk pindah ke channel lain.

 

5. Materi yang dekat dengan keseharian dan jujur

Dekat dengan keseharian nggak melulu harus berbentuk vlog diary, kok. Ada banyak tema yang bisa kamu angkat di konten video-mu. Covering lagu, film pendek, bedah buku, dll. Buat sekreatif mungin dan ungkapkan dengan jujur. Karya yang jujur akan lebih menarik perhatian penonton ketimbang yang dibuat-buat. Misalnya, Raditya Dika dengan RVLOG-nya yang membuka kedekatan hidup kesehariannya dengan penggemarnya, membuat video-video Dika menjadi semakin banyak peminat.

 

6. Manfaatkan media sosial lain

Selain di YouTube manfaatkan juga media sosial lain. Tapi ingat, masing-masing media sosial punya karakternya sendiri. Misalnya di Instagram, kamu cukup mengunggah teaser video-mu. Di Twitter, kamu bisa mengupdate apa yang pra dan pasca produksi video. Di Facebook kamu cukup ‘menggiring’ teman-temanmu agar pergi menononton YouTube chanel dengan video teaser berdurasi 15 detik.

7. Konsisten

Sekali orang tertarik dengan konten videomu, mereka akan rela subscribe dan like YouTube channel-mu. Tapi ingat, kamu juga harus menjaga kedekatan di dunia maya ini dengan baik. Upload videomu secara berkala. Sebagus apapun videomu kalau jarang upload, subscriber juga bakal lupa dengan channel yang kamu buat.

 

Selamat mencoba!

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More